Selasa, 14 Februari 2012

SAGITA: Sadar Gizi Ibu dan Balita


Tak dapat dipungkiri masa balita adalah masa dimana anak memerlukan gizi
yang cukup dan berimbang agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
Namun masih banyak ibu-ibu yang belum memiliki pengetahuan gizi secara
memadai, padahal di tangan merekalah terletak masa depan generasi penerus
bangsa. Menyadari masalah krusial ini, Sari Husada mengadakan program
Sadar Gizi dan Balita atau SAGITA. Program ini adalah upaya meningkatkan
kualitas kesehatan masyarakat dengan fokus pada pemeliharaan dan perbaikan
status gizi balita, peningkatan pengetahuan ibu tentang permasalahan gizi dan
kesehatan, serta pemberdayaan kader lokal.

Program pondok Sagita dilaksanakan di lima desa binaan di kabupaten Klaten,
Jawa Tengah sejak tahun 2008. Di setiap desa binaan program Sagita terdapat
sebuah posyandu binaan dan sepuluh kader lokal yang berasal dari 5 Posyandu
Binaan dan 5 Posyandu Non Binaan.

Kader SAGITA adalah Kader Gizi yang berasal dari desa setempat yang dibina
secara khusus agar dapat menerima dan menerapkan inovasi program SAGITA.
Selanjutnya para kader gizi ini diharapkan mampu menjaga kelanjutan program
setelah dinyatakan mandiri, yakni setelah minimal 2 tahun program berjalan.

Lalu, apa saja kegiatan para ibu yang tergabung dalam program ini? Seluruh
ibu dalam posyandu binaan memperoleh penyuluhan rutin setiap bulannya.
Sementara seluruh pengasuh balita yang mengalami masalah gizi (Gizi Buruk
dan Gizi Kurang) Mendapat Pembinaan secara intensif.

Dalam Program SAGITA terdapat istilah ‘Balita Khusus’ dan ‘Balita Umum’. Balita
Khusus adalah seluruh balita di dalam sebuah desa yang dibina secara intensif
(balita yang bermasalah status gizinya). Sementara Balita Umum adalah seluruh
balita yang terdapat dalam posyandu binaan. Tentunya para balita yang terkena
masalah gizi buruk dan gizi kurang dalam satu desa memperoleh treatment
gizi secara intensif. Jumlahnya sebanyak 30 – 50 anak. Pada akhir program
ini terdapat balita terbina secara intensif sebanyak 402 anak. Hal ini
merupakan sebuah langkah awal yang berarti untuk mewujudkan generasi
mendatang yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar