Senin, 04 Juli 2011

Cara Kerja Imunisasi


Imunisasi dimaksudkan untuk melindungi anak-anak dari serangan penyakit menular, dengan cara membantu tubuh mereka melawan berbagai penyakit tersebut.
Dalam proses imunisasi, bayi atau anak akan diberi vaksin dan biasanya dengan cara disuntik. Vaksin ini sebenarnya mengandung kuman dari penyakit tertentu yang sudah dilemahkan. Ketika kuman lemah tersebut disuntikkan ke dalam tubuh bayi/anak, maka tubuhnya akan bereaksi dengan memproduksi antibodi untuk melawannya.
Dengan demikian, nantinya ketika kuman penyakit yang sebenarnya menyerang sang bayi/anak, antibodi yang sudah diproduksi sebelumnya akan dapat mengalahkannya.
imunisasi bayi

Sekilas tentang Antibodi

Setiap bayi terlahir dengan sistem kekebalan tubuh yang lengkap, yang terdiri dari sel, kelenjar, organ dan cairan yang tersebar di seluruh tubuhnya untuk melawan bakteri dan virus yang menyerang.
Sistem kekebalan tubuh ini akan mendeteksi kuman yang masuk ke dalam tubuh sebagai “penyusup berbahaya” dan menganggapnya sebagai antigen. Selanjutnya ia akan memproduksi sebuah substansi protein yang bernama antibodi untuk melawan kuman tersebut.
Sistem kekebalan tubuh yang normal dan sehat dapat memproduksi jutaan antibodi seperti ini untuk mempertahankan diri terhadap ribuan serangan setiap harinya. Semua ini berlangsung secara alami, sehingga setiap orang tidak merasakan proses serangan dan pertahanan ini.
Banyak antibodi yang menghilang setelah berhasil menghancurkan antigen penyusup, namun sel-sel yang terlibat dalam produksi antibodi tetap bertahan dan menjadi “sel memori”. Sel memori ini akan mengingat antigen penyusup yang pernah menyerang dan akan terus melawannya setiap kali antigen tersebut mencoba menyerang lagi, bahkan hingga puluhan tahun. Perlindungan ini dikenal dengan imunitas.

Vaksin: Antigen yang Sudah Dilemahkan

Vaksin mengandung antigen yang biasa menimbulkan penyakit, namun antigen dalam vaksin ini sudah dibunuh atau dibuat sangat lemah. Sehingga, ketika vaksin disuntikkan ke dalam jaringan lemak atau otot bayi/anak, antigen yang terkandung di dalamnya tidak akan cukup kuat untuk menimbulkan gejala penyakit yang bersangkutan, namun cukup untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi.
Jadi, dengan imunisasi, anak-anak diharapkan dapat memperoleh imunitas terhadap berbagai penyakit tanpa harus menderita penyakit tersebut terlebih dulu…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar