Senin, 04 Juli 2011

Bumil Cukup Gizi, Ciptakan Bayi Sehat


UGGHHH... mual-muntah terus nih. Percuma saja makan, toh nanti keluar lagi!” keluh Santi yang sedang hamil 8 minggu berulang kali.

Di tempat lain, Cynthia yang sedang hamil 4 bulan asyik makan hamburger ditemani kentang goreng dan minuman bersoda. Dalam seminggu, sudah empat kali wanita yang awalnya juga merasakan apa yang dialami Santi ini menyantap fast food.3J yang penting!Walau sebagian bumil jadi susah makan saat morning sickness melanda, bukan berarti begitu mual-muntah hilang, nafsu makan pun melonjak gila-gilaan – tanpa peduli nilai gizinya.Apapun keadaannya, bumil harus tetap mempertahankan pola makan gizi seimbang! Pasalnya, asupan makanan memengaruhi tumbuh kembang janin dan kecerdasannya kelak.Dalam mengasup makanan, bumil musti memerhatikan 3 J, yakni jumlah, enis zat gizi, dan jadwal pemberian. Demikian ditegaskan oleh dr. Win Johanes, MS, SpGK yang berpraktik di Klinik Medigreen, Kelapa Gading – Jakarta.“Biasanya, saat hamil, metabolisme tubuh mengalami peningkatan sehingga kebutuhan energi dan zat gizi lain yang diperlukan bumil pun menjadi bertambah. Nah, guna memastikan janin tumbuh sehat, bumil memerlukan gizi seimbang yakni makronutrien, misalnya karbohidrat, protein, lemak; dan mikronutrien seperti vitamin dan mineral,” ringkas dr. Win.Sumber energi bagi bumilLebih lanjut diuraikan oleh dr. Win, dalam hal jumlah, umumnya ibu hamil mendapat tambahan energi sebanyak 15 persen dari kebutuhan normal, yaitu 300 kkal.  Begitu pula dengan Jenis zat gizi, ada makronutrien dan mikronutrien.Yang tergolong makronutrien adalah protein, berguna membangun jaringan (building block) pada ibu, seperti payudara (persiapan menyusui) dan memperluas uterus agar dapat diisi cairan amnion (air ketuban). Dibutuhkan tambahan protein sebesar 17 gram dari kebutuhan normalnya selama kehamilan; Karbohidrat, dianjurkan memenuhi 50 – 65 persen dari total energi yang dibutuhkan ibu hamil; dan Lemak, dikonsumsi tidak lebih dari 30 persen total energi.MikronutrienBerbeda dengan makronutrien, mikronutrien adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Vitamin dan mineral termasuk dalam golongan ini. Seperti: vitamin B (asam folat); vitamin B12 yang berguna bagi sel-sel tulang belakang (1,3 mg/hari); vitamin C, berfungsi membentuk enzim dalam berbagai metabolisme dan menjaga kekebalan tubuh (70 mg/hari); vitamin D, sebagai penyerapan kalsium dan keseimbangan mineral (10 mg/hari); Zinc, penting dalam membran sel (20 g/hari); asam lemak esensial, seperti omega 3, DHA, EPA, yang mencerdaskan otak; vitamin E, sebagai antioksidan yang melindungi sel saraf; dan air.Tak kalah pentingnya, jadwal pemberian asupan nutrisi pun disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan kebutuhan bumil.Lahap Folat, Kalsium, dan Zat Besi = Ibu + Janin Sehat!1. FolatYa! Asam folat, dikatakan oleh dr. Win adalah kelompok vitamin B, yakni B9. Idealnya, dari trimester awal hingga akhir, bumil mengonsumsi folat sebesar 0,5 mg/hari. Mengapa?“Asam folat berfungsi mencegah terjadinya kelainan cacat batang saraf, seperti gangguan spina bifida, sum-sum tulang yang terbuka, jantung bawaan, bibir sumbing atau jari-jari kurang,” tandasnya.Sumber folat bisa berasal dari bayam, telur, dan daging sapi.Tak sulit, bukan?2. KalsiumPeranan kalsium selama kehamilan sebagai proses mineralisasi pertumbuhan tulang dan gigi janin. Biasanya, kebutuhan kalsium ini akan bertambah pada trimester kedua dan ketiga.Karena itu, bumil memerlukan 1200 g/hari. Dan untuk memenuhinya, bumil dapat mengonsumsi susu, telur, ikan salmon, sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan (kedelai dan kacang tanah) dan ikan teri.“Bila kekurangan kalsium, maka BuMil mengalami osteoporosis (keropos tulang),” ingat dr. Win lagi.3. Zat BesiTernyata, zat besi tergolong asupan yang banyak diperlukan selama kehamilan, totalnya 50 persen (setara dengan 39 mg/hari) lebih banyak dari biasanya. Kebutuhan zat besi ini dihitung dari kebutuhan janin, persiapan melahirkan, dan penyerapan zat besi selama kehamilan.“Jika bumil kekurangan zat besi (anemia), dia memiliki risiko mengalami perdarahan saat persalinan, yang meningkatkan risiko kematian ibu. Atau risiko lainnya, bayi yang dilahirkan dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR),” jelas dokter alumnus gizi klinis FK-UI ini.So bumil, konsumsilah makanan seperti daging, hati, ikan, unggas, sayuran daun hijau, rumput laut, kacang-kacangan, dan buah untuk memenuhi kebetuhan zat besi Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar