Senin, 04 Juli 2011

PENGOBATAN BATU GINJAL - APAKAH SAKIT GINJAL GEJALA PENYAKIT GINJAL???


Pengobatan batu ginjal dan gejala penyakit ginjal seringkali simpang siur. Mendengar kata ”Batu Ginjal”, membayangkan sakit pinggang dan kesulitan pada saat buang air kecil. Sehingga, banyak kita sedikit khawatir dan bila tidak ada keluhan, berarti tidak mungkin ada batu ginjal. Pendapat yang keliru ini kadang membuatpengobatan batu ginjal lebih sulit, dan seringkali disertai dengan berbagai komplikasi, bahwa kadang ditemukan ginjal yang sudah tidak berfungsi dengan baik.
Penyakit batu ginjal merupakan gangguan kesehatan yang relatif mudah dilacak. Menurut Dr. med. Halim, SpUU, ahli urologi dari rumah sakit Mitra Kemayoran Jakarta, menjelaskan sakit dan pegal-pegal pada pinggang memang tidak terlalu menandakan adanya batu ginjal. Untuk mengetahui ada tidaknya batu ginjal, pemeriksaan darah dan air seni saja tidak cukup. Karena untuk mendeteksi batu ginjal perlu pemeriksaan tambahan, seperti halnya USG atau Rontgen.
Pemeriksaan USG
Sakit dan pegal-pegal dipinggang memang patut dicurigai sebagai gejala awal sakit batu ginjal. Namun, menurut Dr.med. Halim, SpBU, penyakit batu ginjal tidak selalu bisa diketahui penyebabnya. Faktor kelainan metabolisme dalam tubuh merupakan salah satu faktor penyebab. Faktor keturunan dapat berpengaruh, namun seorang ayah yang memiliki riwayat penyakit batu ginjal tidak selalu anaknya juga akan mengalami penyakit sama. Namun, jika diketahui salah seorang anggota keluarga memiliki riwayat penyakit batu ginjal memang disarankan anggota keluarga lainnya waspada dan memeriksakan diri.
Mitos sekitar batu ginjal
Faktor makanan sering dijadikan mitos, katanya ada makanan-makanan tertentu yang menyebabkan seseorang terkena batu ginjal. Pendapat ini tidak selalu benar. Mitos lain yang juga keliru adalah yang mengatakan adalah batu ginjal terjadi akibat suka menahan keinginan buang air kecil. Terbentuknya batu dalam ginjal tidak selalu ada kaitannya dengan menahan kencing, kecuali pada pasien usia lanjut dengan gangguan prostat yang mengakibatkan buang air kecil tidak tuntas, dapat merupakan faktor timbulnya batu kandung kemih.
Jenis batu ginjal
Faktor penyebab lain yang mungkin berpengaruh adalah kurang minum. Hal ini dapat mengakibatkan konsentrasi zat-zat pembentuk batu, misalnya kalsium ,oksalat, fosfat, magnesium, dan lain-lain, menjadi tinggi dalam air seni. Batu ginjal sendiri ada bermacam-macam. Beberapa yang paling sering ditemui adalah batu kalsium oksalat, batu asam urat dan batu infeksi. Letak batu ginjal juga kan menentukan gejala yang dialami. Batu yang terletak didalam ginjal tidak akan terasa. Akan tetapi batu ginjal yang kecil saja namun keluar dari ginjal dan masuk dalam saluran kemih dapat mengakibatkan sakit pinggang yanghebat (kilik renal). Batu yang telah berada dikandung kemih akan mengakibatkan sakit setiap kali hendak buang air kecil, karena kemungkinan batunya ingin terbawa keluar tapi tidak bisa.
ESWL ( Tembak batu ginjal )
Apa yang harus dilakukan apabila ada dugaan penyakit batu ginjal? Tentu saja sebaiknya ditangani orang yang kompeten, yaitu dokter ahli Urologi. Urologi adalah spesialisasi kedokteran yang mengkhususkan diri pada ginjal dan saluran kemih serta organ reproduksi pria. Untuk memastikan dugaan batu ginjal, seseorang urolog bisa melakukan USG (Ultrasonography). Pemeriksaan menggunakan USG adalah pemeriksaan awal yang memungkinkan mengetahui ada batu atau tidak. Ada kalanya perlu pemeriksaan tambahan seperti rotgen. Apabila ternyata ditemukan batu ginjal, dokter akan menentukan tindakan terbaik yang akan dilakukan tergantung letak dan besar batu. Menurut Dr.med. Halim SpBU, batu ginjal yangrelatif kecil sering tidak memerlukan tindakan, cukup dengan obat saja, tetapi perlu kontrol rutin. Dewasa ini pilihan pengobatan batu ginjal juga semakin berkembang dan maju dengan hadirnya teknologi yang disebut ESWL ( Extra-corporeal Shock Wave Lithotripsy ), yaitu ” menembak” batu ginjal dari Luar tubuh menggunakan gelombang kejut. Hampir semua batu ginjal dengan ukuran tertentu bisa diatasi dengan tindakan ini, namun untuk batu ginjal yang berukuran agak besar terpaksa dilakukan penembakan berkali-kali.Untuk batu yang sudah keluar dari ginjal (batu ureter) selain tindakan ESWL dapat juga dilakukan penembakan dengan alat khusus yang disebut Lithoclast, batu yang terletak disaluran kemih bagian bawah (ureter distal), dapat dihancurkan dengan menggunakan alat tersebut.Untuk tindakan ini diperlukan pembiusan lokal.
Penembakan batu ginjal termasuk tindakan aman dan relatif tidak berisiko, karena dilakukan dari luar tubuh. Pasien tidak merasa apa-apa atau sedikit sakit, tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing. Tindakannya juga tidak memakan waktu lams dan tidak diperlukan persiapan khusus seperti halnya tindakan pembedahan . Pasca tindakan, sebagian pasien juga dapat segera pulang (One Day Care ). Tindakan pembedahan untuk mengeluarkan batu ginjal adalah tindakan terakhir yang hanya diambil dokter apabila tidak ada pilihan lain, misalnya batu ginjal atau batu ureter yang sudah terlalu besar. Bagi yang telah pernah mengalami penyakit batu ginjal, Dr. Med.Halim SpBU menyarankan untuk melakukan pemeriksaan USG minimal satu tahun sekali. Bila Anda merasakan salah satu keluhan diatas atau tanpa ada keluhan konsultasikan diatas atau tanpa ada keluhan konsultasikan dengan dokter urologi anda, untuk mengetahui lebih jelas apakah terdapat batu ginjal. Lebih awal batu ginjal diketahui akan lebih mudah pelaksanaannya dan tentu saja biaya yang lebih minimal. Saat ini pemeriksaan dan penembakan batu ginjal dengan sistim gelombang kejut telah banyak dilakukan dengan hasil yang memuaskan di RS Mitra Kemayoran , Jakarta. RS Mitra Kemayoran adalah rumah sakit yang memiliki alat ESWL ( tembak batu ginjal ) terbaru dengan tim dokter yang handal serta fasilitas yang canggih dan modern.
Dr. med. S. Halim, SpU
(Spesialis Bedah Urologi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar