Kamis, 17 Februari 2011

Bagaimana Menerapkan Pola Makan Sehat dan Asupan Gizi pada Anak?


child-eat
Pilih makanan seperti apa untuk anak?
PENDIDIKAN dan aktivitas stimulasi yang baik untuk mencetak anak cerdas dan mandiri. Tapi ada satu yang tidak boleh dilupakan. Asupan gizi anak faktor yang wajib masuk prioritas utama para ibu.
Makan di sini bukan cuma soal mengisi perut, tapi juga mencari makanan yang tepat untuk usia dan perkembangan anak. Plus menerapkan dan mengajarkan anak pola makan yang sehat sejak dini. Nutrisi yang didapat anak harus seimbang. Yang pasti, anak harus dibiasakan mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur-mayur, buah, dan susu. Untuk itu, takarannya harus sangat diperhatikan. Jangan sampai anak-anak cepat bosan atau pantang terhadap satu makanan lain. Untuk itu perlu trik khusus. Ada perbedaan jenis makanan, porsi, pada tiap kategori usia.
  • Usia 12-18 bulan. Pada usia ini anak sudah mulai bisa dibiasakan makan dengan memegang sendok sendiri. Adapun jenis makanan yang cocok antara lain adalah susu dan produk olahan lainnya seperti yoghurt, sesekali keju. Anda wajib memberi mereka makanan dalam olahan kukus, karena sangat erat hubungannya dengan proses mengunyah dan penyerapan di organ pencernaan. Anda juga sudah bisa memberi anak usia ini sereal, gandum, oatmeal, pasta. Untuk jenis buah-buahan pilihlah yang lunak dan manis seperti melon, pepaya, aprikot, anggur, dan jeruk. Untuk anak usia ini, madu sudah bisa dikonsumsi. Madu bisa dijadikan pengganti gula.
  • Anak usia 18-24 bulan. Biasanya sudah bisa makan sendiri, meski dengan pengawasan orangtua tentu saja. Susu tetap harus tersaji minimal 2-3 gelas per hari. Pada usia ini orangtua sudah bisa memberi variasi makanan selain roti, sereal, atau pasta. Bisa menambahkan kue beras, pretzel, cracker, atau sepotong kecil roti bagel. Jenis buah-buahan yang bisa dikonsumsi juga semakin bervariasi, tambahkan apel, pisang, stroberi, pir, ceri, plum, dan beberapa jenis jeruk. Buah kering seperti kurma, kismis, dan buah-buahan juga sudah dianjurkan. Vitamin alami bisa didapat dengan memberi mereka sayuran: brokoli, wortel, kacang hijau, dan kentang. Protein bisa diperoleh dari telur, potongan daging, unggas, ikan tanpa tulang, tahu, serta kacang-kacangan. Dalam acara yang menydiakan makanan yang terlalu berpihak pada orang dewasa, pilihkan mereka kaserol atau makaroni. Karena anak usia ini sangat suka mencoba makanan baru, pastikan memilihkan makanan yang bebas alergi.
  •  Anak usia 24-36 bulan. Selain sudah makan sendiri, juga anak sudah bisa memilih makanan yang sesuai selera mereka. Pilihlah susu rendah lemak yang dihidangkan 2-3 gelas per hari. Anda bisa memberi variasi makanan berupa keju, yoghurt, puding. Untuk sumber zat besi bisa memilih sereal, pasta, pretzel, gandum, atau nasi. Berikan buah potong atau kalengan 2-3 porsi  per hari. Sayuran bisa dimasak, ditumis, atau dibuatkan salad. Pilih yang sesuai dengan selera anak. Perhatikan juga soal hitungan kalori untuk anak yang kenaikan tinggi badannya cukup signifikan.
  • Biarkan anak melakukan interaksi dan eksplorasi di meja makan. Sedikit kotor, asal anak mengerti benar soal pola makan yang sehat tentu tidak akan masalah, malah akan sangat menguntungkan anak Anda kelak.
  • Pilih waktu yang bijaksana dalam memilih camilan untuk anak. Pilihlah jam 15-16.00 karena itu anak biasanya masih aktif bermain dan banyak tenaga yang terkuras. Sehingga asupan makanan itu bisa mengganti kalori yang keluar, sekaligus tidak menumpuk menjadi lemak.
  • Ikutsertakan anak-anak dalam proses mulai dari menentukan menu, belanja, hingga memasak. Mengikutsertakan anak membuat mereka ikut merasa bertanggung jawab dan membuat mereka tidak pilih-pilih dalam soal makanan.
  • Jangan kompromi soal pilihan yang tidak sehat. Ketika anak memilih makanan tak sehat, jangan biarkan. Sekali terjadi, anak akan mengulangi. Untuk menghindari kebiasaan jajan dan makanan tak sehat, sediakan camilan yang masuk kategori sehat di lemari es atau meja makan Anda.
  • Jangan pernah gunakan makanan sebagai reward. Ini hanya menambah kenaikan berat badan ke depannya. Jika Anda ingin memberikan hadiah, berikanlah yang berupa kegiatan yang memberi ruang anak untuk bergerak dan bersenang-senang seperti taman bermain.
  • Makan bersama merupakan cara paling tepat untuk menerapkan pola makan sejak dini. Riset menunjukkan, anak yang makan di meja bersama orangtuanya memiliki nutrisi yang lebih baik daripada yang tidak. Dan pola ini akan terbawa hingga remaja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar