Kamis, 17 Februari 2011

Mengikuti Lawatan Menkes di NTT (2) : Revolusi KIA

Disambut di RST-WS
Jakarta, GIZINET – Masih di hari Selasa, 8 Februari, Menteri Kesehatan melanjutkan kunjungan kerjanya di NTT dengan mengunuungi Rumah Sakit Tentara Wirasakti Kupang (RST-WS). Dibawah rintikan gerimis Menkes disambut meriah oleh jajaran manajemen dan staf RST-WS Kupang, baik staf militer maupun staf sipil.
Pada lawatan Menkes di NTT, Direktorat Bina Gizi diwakili oleh Kasubdit Bina Gizi Klinik dan Kasubdit Bina Kewaspadaan Gizi. Disela waktu acara diskusi Menkes dengan para pejabat RST-WS, Kasubdit Bina Gizi Klinik menyempatkan diri meninjau ruang rawat inap yang tertata cukup rapi.
Berbincang dengan Karumkit
Selain menampung pasien kalangan militer dan keluarganya, RST-WS juga merawat pasien dari kalangan masyarakat umum sekitar Kota Kupang maupun daerah sekitarnya. Suasana yang nyaman dan asri membuat masyarakat berminat untuk melakukan pemeriksaan di RST-WS Kupang. Di RST-WS Menkes tidak terlalu lama, karena sudah ditunggu jajaran Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang berkumpul di Aula Bapelkes Kupang.
Kadiskes NTT
Di Bapelkes Kupang, Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dr. Stefanus Bria Seran MPH, memaparkan Revolusi KIA di NTT. Dari delapan Prioritas Pembangunan Di Provinsi NTT 2008-2013, Pembangunan Kesehatan berada pada prioritas kedua, di bawah Pendidikan. Hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat di NTT yang memang tergolong rendah.
Salah satu diantaranya adalah angka persalinan di rumah masih sangat tinggi yaitu 77,7% dibandingkan dengan persalinan di fasilitas kesehatan sebesar 13,6%, sedangkan 6,7% sisanya melakukan persalinan di tempat lainnya. Temuan tersebut merupakan potensi tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) maupun Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI).
Dipaparkan pula bahwa hasil Riskesdas tahun 2007, masalah gizi pada anak balita di NTT juga menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Prevalensi balita gizi kurang dan buruk (menggunakan indeks Berat Badan menurut Umur) sebesar 33,3% dibanding angka Nasional sebesar 18,4%. Dirinci menurut kabupaten, posisi tertinggi adalah Kabupaten Rote Ndao sebesar 40,8% dan terendah adalah Kota Kupang sebesar 19,6%.
Sementara itu hasil pengumpulan data selama tahun 2010, balita bermasalah gizi mencapai 11,75% (> 59.000 anak), yang terdiri dari kasus disertai tanda klinis sebanyak 96 anak (0,17%), kasus tanpa tanda klinis 5.861 anak (10,31%), dan gizi kurang sejumlah 50.575 anak (89,46%). Balita yang meninggal sejumlah 12 anak.
Didasari kondisi tersebut, jajaran Dinas Kesehatan mengajukan sebuah Upaya Terobosan yang dinamakan “Revolusi KIA”. Jerih-payah Kadis Kesehatan dan jajarannya telah memberikan wawasan positif bagi para penyelenggara daerah, sehingga terbitlah Peraturan Gubernur NTT No. 42 Tahun 2009. Pada Bab I pasal 1 ayat 4, tertera bahwa Revolusi KIA adalah sebuah Upaya yang sungguh-sungguh untuk percepatan penurunan kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir dengan cara-cara yang luar biasa.
Dalam sambutan dan arahannya, Menkes menyatakan rasa bangga atas upaya seluruh jajaran Dinas Kesehatan Proviinsi NTT untuk melaksanakan Revolusi KIA.
“Kita boleh bermimpi. Dan dengan kerja keras, mimpi itu akan tercapai.” Demikian ujar Menkes. (emanz/Tim Teknis)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar