Sabtu, 26 Februari 2011

FLU BERAT DAN INFLUENZA

Sedih hatiku Aqela, anaku yang sulung sakit flu berat….dari hari kamis sampai sekarang belum sembuh. Kamis dan Jumat masih masuk TPA, entahlah apa yang dilakukan di TPA. Aku lupa menanyakan pada ustadhahnya. Hari Sabtu masih agak ceria namun tidak mau makan banyak seperti biasanya, hanya beberapa suap soto di pagi harinya. Hari minggu hanya tiduran dari pagi sampai malamnya. Sempat aku periksakan di Klinik Mitra Sehat, namun aku kecewa karena resep obatnya hampir sama dengan obat-obatan yang ada di rumah. Padahal aku menginginkan tes laboratorium untuk memastikan penyebabnya.
Si bungsu Atha yang pertama kali kena flu hari minggu lalu, pas berkunjung ke rumah Bude Nur untuk nengok Eyang. Saat Atha terbatuk-batuk kupikir hanya karena tersedak saat mimik susu, eh ternyata batuk beneran. Batuknya diikuti dengan panas hari senin dan selasa. Hari Kamis batuknya tambah berat, aku ga tega. Akhirnya ayah menyuruhku ijin ga masuk kerja untuk nungguin Atha, saat itu aku sendiri juga udah ketularan sejak selasa.
Flu yang kami derita saat ini memang tergolong berat. Pilek, panas, menggigil dingin, linu-linu, sakit kepala dan yang paling berat adalah batuk yang bikin capek dan susah berhenti. Aku saja yang orang dewasa merasa sakitnya minta ampun apalagi anakku yang masih kecil-kecil. Duh, kasian…anak-anakku.
Berbagai macam obat telah dicoba, namun batuknya ga hilang juga. Aku dah minum hufagrip, komik, OBH dan terakhir karena terlalu lama akhirnya kucoba Amoksilin. Ternyata sejak minum Amoksilin ada perubahan, batukku jadi banyak berkurang.
Anak-anaku susah sekali minum obat. Atha susah sekali minum obat, setiap kali diminumi obat selalu muntah. Akhirnya obat kucampurkan pada buburnya. Aqela juga susah minum obat, hampir sama dengan Atha juga. Tapi kalau Aqila masih mau kalau minum Hufagrip Flu.
Aku jadi menyesal kenapa anaku tidak kuimunisasi influenza saja. Mahal memang Rp 170.000,- untuk satu suntikan, tapi jika dibandingkan biaya yang kukeluarkan dalam satu tahun untuk pengobatan influenza yang terlalu sering karena hampir tiap dua bulan sekali kena flu maka harga itu tidak mahal. Coba saja hitung, jika dalam setahun anakku kena flu 6 kali, sedangkan biaya pengobatan sekitar 50 ribu, maka aku harus keluar uang sekitar 300 ribu, belum lagi kalau adiknya, Atha ketularan maka aku harus keluar 300 ribu lagi, itu juga belum kalau aku atau ayahnya ikutan kena… Ayahnya ga bisa kerja, gajinya juga terhambat dong ga kayak aku yang PNS.
Tadi pas aku jajan di kantin ketemu temen yang kebetulan perawat, Usman namanya, ia menyarankan aku kalau mau murah beli vaksinnya aja pada detailer lebih murah ketimbang ke dokter. Ia sendiri sering membeli vaksin untuk anaknya, ia yang menyuntik sendiri anaknya, kalau sisa masih disimpan di kulkas untuk imunisasi selanjutnya. Tapi kalau aku gimana? aku kan bukan perawat ga bisa nyuntik! “ Bawa aja ke Puskesmas, suruh nyutikkan petugas di sana, “ kata Usman.
Sekarang tekadku sudah bulat. Duaratus ribu tak mahal lagi. Anak-anakku akan kuimunisasi saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar