Senin, 07 Februari 2011

Gizi Seimbang Sesuai Dengan Keadaan Ekonomi

Gizi Seimbang Sesuai Dengan Keadaan Ekonomi


Di dalam tubuh yang sehat terdapat pikiran sehat. Karena itu sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, intelektual dan spiritual antara lain dengan mengkonsumsi gizi yang seimbang.


Demikian pesan dr. T. Rabita Sjafii Ahmad, MPH, Ketua Dharma Wanita Persatuan Departemen Kesehatan dalam seminar tentang Gizi Seimbang dan Demo Masak ala Thai di Balai Latihan Kesehatan Depkes, Cilandak, Jakarta.

Dengan bekal pengetahuan tentang gizi, tidak akan mengalami kesulitan menyusun menu keluarga sehari-hari. Oleh karena itu, melalui seminar diharapkan para anggota Dharma Wanita Persatuan Depkes dapat menyusun menu sesuai kemampuan tiap-tiap keluarga dengan memperhatikan cukup jumlahnya dan baik mutunya, lengkap kandungan zat makanannya, seimbang jenis dan variasinya, bersih dan benar pengolahannya serta lezat dan tepat cara memasaknya.

Dengan bekal pengetahuan tentang gizi, tidak akan mengalami kesulitan menyusun menu keluarga sehari-hari. Oleh karena itu, melalui seminar diharapkan para anggota Dharma Wanita Persatuan Depkes dapat menyusun menu sesuai kemampuan tiap-tiap keluarga dengan memperhatikan cukup jumlahnya dan baik mutunya, lengkap kandungan zat makanannya, seimbang jenis dan variasinya, bersih dan benar pengolahannya serta lezat dan tepat cara memasaknya.

Menurut dr. T. Rabita Sjafii Ahmad, banyak makanan yang tersedia akan tetapi belum tentu memenuhi syarat kesehatan. Untuk hidup sehat, perlu semua kandungan zat makanan yang dibutuhkan sehari-hari yaitu sumber tenaga utama yang berasal dari karbohidrat seperti nasi, jagung, singkong dan lain-lain. Sumber protein berasal dari lauk-pauk seperti telur, daging tempe, kacanga-kacangan dan lain-lain. Sumber vitamin dan mineral berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain itu juga membutuhkan zat lemak dan minyak dalam jumlah secukupnya.

Selain memenuhi kebutuhan anak secara fisik melalui asupan gizi, diharapkan ibu-ibu Dharma Wanita dapat memberikan rasa aman dan kasih sayang, mampu meletakkan dasar-dasar yang fundamental dalam pembentukan watak, sikap dan tingkah laku sesuai dengan norma pergaulan hidup yang baik, juga sebagai pendorong, pengayom dan contoh teladan bagi putra putrinya dan mampu mendidik putra-putri di lingkungan keluarga.

Materi seminar disampaikan oleh Entos Zainal dari Direktorat Bina Gizi dan Masyarakat Depkes RI dengan Topik “Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat”. Disebutkan trend gaya hidup sebagian penduduk saat ini adalah pola makan tidak sehat, kurang beraktivitas fisik yang berakibat pada meningkatnya jumlah orang yang menderita obesitas (kegemukan).

Menurut Entos Zainal ada 13 pedoman umum gizi seimbang yaitu: makanlah aneka ragam makanan, makanlah makanan untuk mencukupi energi, makanan sumber karbohidrat separo dari energi, batasi minyak dan lemak sampai seperempat dari energi, gunakan garam beryodium, makanlah makanan sumber gizi, berikan hanya ASI pada bayi sampai umur 6 bulan, biasakan makan pagi, minum air bersih dengan cukup, lakukan aktivitas fisik, hindari makanan beralkohol, makan makanan yang aman bagi kesehatan, bacalah label dalam kemasan makanan. Sedangkan Demo Masak ala Thai diperagakan Ny. Malika yang khusus didatangkan dari Bangkok Thailand. Dalam demo masak tersebut ditampilkan masakan ala Thai seperti Tom Yam Kung, Ayam Goreng dibungkus daun pandan, ikan goreng selada mangga dan lain-lain. Usai demo, para peserta dipersilahkan mencicipi masakan khas negeri gajah putih tersebut.

Selain ceramah dan demo masak, juga diselenggarakan lomba menghias makanan yang diikuti 13 unit Dharma Wanita. Setelah dilakukan penilaian oleh Dewan Juri, keluar sebagai Juara I peserta nomor 3 dari RS Fatmawati, Juara II peserta nomor 11 dari Sesjen, Juara III peserta lomba nomor 7 dari P2PL dan Juara IV peserta nomor 13 dari Yanmed.

Pada acara tersebut, Dharma Wanita juga memberikan bea siswa kepada anak-anak pegawai Depkes Golongan I dan II dan anak yatim piatu yang berprestasi. Tahun 2006 beasiswa diberikan kepada 108 anak, masing-masing sebesar Rp 300.000,-/ per siswa SMA, Rp 250.000,-/ per siswa SMP dan Rp 200.000,-/ per siswa SD. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar