Minggu, 23 Januari 2011

ALL ABOUT KANDUNGAN MAKANAN

REMPAH-REMPAH

No.
Rempah-Rempah
Kandungan
Manfaat
1.
KAYU MANIS

1.    Untuk bumbu masak.
2.    Campuran bahan param (obat gosok).
3.    Campuran bahan bedak.
4.    Campuran minuman hangat/ dingin.
2.
JAHE

1.   Obat masuk angin.
2.   Wedang (Jahe Gepuk, Sekoteng, Ronde).
3.
CENGKEH

1.    Untuk bumbu masak campuran bregedel, nasi samin (orang Arab).
2.    Minyaknya untuk obat sakit gigi.
4.
DAUN TEH
1.   Mangan (Mg).
2.   Vitamin B (B1, B2), C, E, K.
3.   Potasium.
4.   Kafein.
5.   Catechin.
6.   R-amino butyric acid.
7.   Flavonoid.
8.   Polisakarida.
9.   Fluoride.
10. Polyphenol.
11. Polisakarida.
1.   Mengatasi flu hingga kanker.
2.   Memperkuat gigi.
3.   Melawan bakteri dalam mulut dan nafas tak sedap.
4.    Mencegah terbentuknya plak gigi.
5.    Mencegah osteoporosis.
6.    Melawan racun makanan dan penyakit kolera, tipus, disentri dan menurunkan angka serangan diare.
7.    Menghambat infeksi tenggorokan.
8.    Memperbaiki konsentrasi, ketajaman perhatian dan kemampuan memecahkan masalah.
9.    Menyembuhkan luka atau mencegah penyakit kulit dan penyakit kaki karena kutu air.
10. Bisa digunakan sebagai bahan kosmetik (lotion, cream antiseptik, produk perawatan rambut/ shampoo atau kondisioner, perawatan mulut (pasta gigi, mouthwash), pelindung bibir, doedoran, produk pembersih (sabun/ pembersih kulit), perawatan tubuh (hand & body lotion), perawatan kaki dan produk-produk pelindung tubuh dari sengatan matahari).
11. Mencegah penyakit jantung dan stroke.
12. Menguatkan pembuluh darah.
13. Menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
14. Mencegah infeksi dan menurunkan berat badan (membantu membakar lemak).
15. Mencegah keracunan makanan.
16. Melindungi dari hepatitis.
17. Menurunkan tekanan darah tinggi.
18. Membantu melindungi diabetes.
19. Meningkatkan kekebalan tubuh.
5.
DAUN KUMIS KUCING

1.    Obat kencing batu (direbus dan diminum).
6.
DAUN SERAI

1.    Untuk penyedap minuman (ronde, wedang jahe).
2.    Rebusan air serai untuk mandi rempah.
7.
DAUN KEJI BELING

1.    Obat kencing batu (direbus dan diminum).
8.
ADAS

1.    Campuran bedak.
9.
AKAR WANGI

1.    Campuran bedak.
10.
AKAR LARA SEWU

1.    Campuran minyak rambut/ cem-ceman.
11.
BENGLE

1.    Campuran jamu rebusan.
2.    Campuran bedak/ tapel.
12.
DAUN BROTOWALI

1.    Campuran jamu rebusan.
2.    Untuk sakit kuning dan malaria (direbus dan diminum).
13.
DAUN SAMBI ROTO

1.    Obat gatal (air rebusan untuk berendam).

14.
JARAK KEPYAR

1.    Sebagai bahan minyak.
2.    Daunnya direbus untuk mandi sebagai obat gatal.
15.
KLABET

1.    Campuran minyak rambut/ cem-ceman.
2.    Campuran bedak lulur/ mangir.
16.
KAPULAGA

1.    Campuran obat-obatan tradisional.
17.
KUNYIT/ KUNIR

1.    Sebagai minuman/ obat tambah darah.

18.
KENCUR

1.    Sebagai bumbu masak.
2.    Obat batuk (air kencur dicampur jeruk nipis dan gula batu).
19.
LIDAH BUAYA

1.    Untuk menyuburkan rambut.
20.
LEMPUYANG

1.    Bahan jamu (cabe puyang).
2.    Obat susah BAB (Buang Air Besar).
21.
DAUN MANGKOKAN

1.    Menyuburkan rambut/ cem-ceman (diiris lembut, dijemur sampai kering, dicampur minyak kelapa asli).
22.
MENIRAN

1.    Campuran bedak lulur/ mangir.
23.
MERICA

1.    Sebagai bumbu masak.
2.   
24.
PULE

1.    Campuran bahan jamu rebus.
25.
PANDAN

1.    Pewarna makanan/ minuman alami.
2.    Penyedap makanan alami.
3.    Penyubur rambut (cem-ceman).
26.
JAMBE/ PINANG

1.    Campuran obat jerawat.
2.    Campuran makan sirih jaman dulu.
27.
BUNGA ROOS

1.    Campuran parfum.
2.    Obat cacar.
28.
DAUN SIRIH

1.    Obat mata berkunang-kunang (daun diremas-remas dengan air, disaring).
29.
TEMUGIRING

1.    Campuran bedak lulur/ mangir.
30.
TEMULAWAK

1.    Bahan dasar jamu (jamu temulawak).




VITAMIN

No.
Vitamin
Sumber
Fungsi
Gejala Keracunan
(Overdosis)
Gejala Kekurangan (Defisiensi)
1.
Vitamin A
-       Karoten: sayuran dan buah-buahan berwarna kuning dan merah.
-       Hati, susu, mentega, minyak ikan, kuning telur.
a. Memelihara kesehatan mata (penglihatan), kulit, tulang dan gigi.
b. diferensiasi sel.
c. fungsi  kekebalan.
d. pertumbuhan dan perkembangan reproduksi.
e. pencegah kanker dan penyakit jantung.
Gangguan fungsi hati dan syaraf.
Kulit kasar, lelah, peadangan mata, gangguan/ perubahan lapisan epitel, mukosa sepanjang alat-alat pernafasan dan pencernaan.
2.
Vitamin B1 (Thiamin = antineuritik = anti beri-beri) à (C12H17ON4S)
-       Tumbuhan polong, biji padi-padian (kulit air beras), ragi kering, sayuran hijau.
-       Hati, ginjal, otak, kuning telur, susu dan ikan.
-       Sebagai koenzim dalam metabolisme, terutama dalam metabolisme karbohidrat.
-       Memelihaa nafsu makan yang sehat, pencernaan dan fungsi syaraf.
-       Mempengaruhi penyerapan lemak dalam usus.
-       Mempengaruhi kondisi air dalam tubuh.
Belum diketahui
-       Beri-beri (peradangan pada syaraf, kerusakan jantung).
-       Nafsu makan kurang/ hilang, lesu badan, mual dan muntah, kaki tangan terasa lemah dan berat, depresi, gangguan jantung dan gaya jalan tidak normal.
-       Bila penyakitnya parah, udema meluas, jantung membengkak, otot-otot mata menjadi lumpuh.
3.
Vitamin B2(Riboflavin = Laktoflavin = vitamin G) à (C17H20O6N4)
-       Hati, ginjal, jantung, otak, sumsum, telur.
-       Mentega, sayuran, serealia, roti dan ragi.
-       Memelihara energi dalam sel.
-       Memelihara nafsu makan dan fungsi   syaraf.
-       Berperan penting dalam pembuatan   berbagai rekasi biologis dalam tubuh:
1.    membebaskan energi dari metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
2.    Pengaturan DNA secara tak langsung dan sintesis protein.
3.    Pemecahan asam lemak.
4.    Pembentukan glikogen.
5.    Produksi sel darah merah.
-       Pemindahan rangsangan sinar ke syaraf mata.
-       Memelihara jaringan, terutama kulit di sekitar mulut.
Belum diketahui
-       Peradangan mulut dan lidah, disusul peradangan bibir hingga berwarna merah dan sering timbul luka di sekitar sudut mulut (keilosis).
-       Peradangan kulit (dermatitis, peradangan kornea (keratitis) dan lensa sehingga penglihatan menjadi kabur.
-       Mata menjadi tegang dalam bentuk gatal-gatal, panas, lelah dan pusing.
4.
Vitamin B3 (Asam Panthotenat) à(C9H17O3N)
-       Hati, ginjal, ikan, telur, daging, unggas dan susu skim.
-       Buah-buahan, sayuran, ragi, gandum dan kentang manis.
-       Dibuat oleh bakteri usus.
-       Memelihara tingkat gula darah yang normal.
-       Sebagai koenzim-A (Co-A) dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
-       Co-A berpartisipasi dalam siklus asam sitrat dan melepaskan energi.
-       Co-A sangat penting untuk semua sel yang memerlukan energi.
-       Dapat menyebabkan kekurangan vitamin B1.
-       Kelelahan, hilang nafsu makan, tak dapat tidur, mual, gangguan pencernaan, kejang otot dan infeksi bagian atas alat pernafasan.
-       Radang kulit dan gangguan fungsi syaraf.
5.
Asam Nikotinat (Vialis = Antipelagra) à(C6H6O2N)
-       Sayuran hijau, kacang, kentang dan tomat.
-       Hati, telur, daging, ginjal, ikan dan unggas.
-       Berperan penting sebagai koenzim yang diperlukan oleh semua sel hidup.
-       Memeliharas pencernaan yang normal, kulit dan syaraf.
-       Membebaskan energi dari karbohidrat, lemak dan protein dan juga memungkinkan oksidasi (koenzim dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein).
-       Gangguan fungsi hati.
-       “Pellagra”, yaitu kulit menjadi kasar, mulut luka, diare dan depresi.
-       Gejala awal pellagra: hilang nafsu makan, apatis, lesu, gelisah, kematian rasa, “insomnia” (tak bisa tidur) dan gangguan pada lambung.
-       Bila sistem syaraf pusat terkena, dapat menyebabkan mengigau, koma dan MATI.
6.
Vitamin B6 (Piridoksin = Adernin) à(C8H12O2N)
-       Sayuran hijau, kacang hijau, serealia, ragi.
-       Hati, ginjal, daging, sumsum dan kuning telur.
-       Memelihara keseimbangan unsur fosfor dan sodium.
-       Sebagai koenzim dalam proses metabolisme.
-       Berperan dalam pertumbuhan, kesehatan kulit dan pembuatan darah.
-       Berperan dalam produksi antibodi dan reaksi-reaksi dalam sistem syaraf pusat.
Belum diketahui
-       Anemia, kulit meradang, kehilangan nafsu makan, mual dan gelisah.
-       Ketidakmampuan   absorpsi oleh usus dan stres klinis, misalnya hipertiroidisma.
-       Luka pada kulit, berat badan menurun, depresi dan mudah terkena infeksi.
7.
Biotin (Vitamin H) à (C10H16O3N2S)
-       Berkaitan dengan vitamin B yang lain, terdapat dalam hati, ginjal, kuning telur, susu dan ragi.
-       Tumbuhan polong, kacang, coklat dan sayuran.
-       Bakteri usus membuat biotin untuk   kegunaan sehari-hari.
-       Sebagai koenzim berpartisipasi dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, serta mengubah triptofan menjadi niasin.
Belum diketahui
-       Kurang nafsu makan, lesu, sakit otot, depresi.
-       Anemia, pucat, dermatitis dan kulit menjadi sensitif.
8.
Asam Folat (C19H19O6N7)
-       Sayuran hijau (brokoli), ragi, benih gandum, kacang, tumbuhan polong, buah-buahan, pisang, limon dan strawberry.
-       Daging sapi, hati dan ginjal.
-       Pembuatan koenzim ang penting untuk memproduksi sel-sel darah merah dan melokul-molekul protein.
-       Membentuk asam nukleat (DNA dan RNA), yaitu penggantian sel-sel tubuh.
-       Metabolisme kelompok metil.
Belum diketahui
-       Peradangan lidah, diare, penurunan berat badan, lesu.
-       Menyebabkan kekurangan vitamin B1.
-       Megaloblastis (kegagalan sel-sel darah merah menjadi dewasa/ masak), terutama terjadi dalam sumsum tulang.
-       Anemia.
-       Kekurangan asam folat tersebar di seluruh dunia, terutama di daerah tropis.
-       Bayi, remaja dan ibu-ibu yang mengandung mudah terserang kekurangan vitamin ini, karena memerlukan pembelahan sel-sel tubuh secara cepat untuk pertumbuhan, jadi menciptakan kebutuhan besar untuk DNA.
9.
Vitamin B12(Sianokobalamin = anti anemia pernisiosa) à (C63H90N14O14PC9)
-       Daging, unggas, ikan, telur, susu, keju, ayam, hati, udang segar dan kerang.
-       Vitamin ini dapat disintesis dalam hati.
-       Penting dalam metabolisme semua sel dalam pertumbuhan jaringan.
-       Berfungsi hampir sama dengan asam folat, yaitu metabolisme dan pembentukan sel-sel darah.
Belum diketahui
-       Peradangan syaraf, degenerasi syaraf.
-       Anemia pernisiosa.
-       Bila absorpsi vitamin ini kurang oleh usus, dapat menyebabkan “megaloblastik anemia” atau “anemia pernisiosa”.
-       Peradangan darah.
-       Kelelahan, pusing, rasa sakit pada saat bernafas.
10.
Vitamin C (asam askorbinat) à (C6H8O6)
-       Sayuran segar, buah-buahan (jeruk, nanas, tomat, lombok, pepaya, semangka, brokoli, strawberry, dll), organ-organ hewan (hati dan ginjal).
-       Berperan dalam proses pembentukan kolagen.
-       Memelihara keutuhan (integritas) pembuluh darah.
-       Membantu dalam absorpsi unsur-unsur besi dan kalsium.
-       Aktivator berbagai enzim perombak protein dan lemak.
-       Penting dalam proses oksidasi dan dehidrasi dalam sel-sel.
-       Menjaga gigi melekat kuat pada gusi dan menyembuhkan luka.
-       Diare, peradangan lambung, kejang otot, rasa mual dan batu ginjal.
-       Kerusakan sel-sel endotil, pembuluh darah kapiler menjadi kurang permiabel sehingga menimbulkan perdarahan, misalnya dalam sumsum tulang, perdarahan gusi.
-       Sindrom yang dikenal sebagai skorbut, perdarahan pada jaringan-jaringan, terutama pada persendian dan gusi.
-       Nafsu makan kurang/ hilang, lesu, otot dan persendian sakit, lekas marah.
11.
Vitamin D
-       Minyak hati ikan, susu, telur, sinar matahari pada kulit.
-       Mengabsorpsi fosfor, membentuk dan memelihara tulang dan gigi.
-       Metabolisme kalsium.
Hilang pendengaran
-       Pada bayi: rakhitis.
-       Dewasa: osteomalasia.
12.
Vitamin E
-       Biji gandum, minyak tumbuhan, tumbuhan polong, tumbuhan hijau, kecambah.
-       Tumbuhan hijau: bayam, kangkung, kubis.
-       Hati, daging, dibuat oleh bakteri usus.
-       Pelindung sel-sel darah, berfungsi dengan enzim-enzim tertentu
Belum diketahui
-       Sel-sel darah merah pecah, penimbunan lemak pada otot, terutama pada bayi.

13.
Vitamin K
-       Biji gandum, minyak tumbuhan, tumbuhan polong, tumbuhan hijau, kecambah.
-       Tumbuhan hijau: bayam, kangkung, kubis.
-       Hati, daging, dibuat oleh bakteri usus.
-       Membantu dalam pembekuan darah yang normal.
-       Bertanggung jawab dalam pembentukan protombin dalam hati.
Belum diketahui
-       Pembekuan darah lambat, pendarahan dan memperlambat penyembuhan luka.




MINERAL

No.
Mineral
Sumber
Fungsi
Gejala Keracunan
Gejala Kekurangan (Defisiensi)
1.
Natrium (Na)
-       Garam dapur, daging, unggas, ikan, telur dan susu.
-       Memelihara keseimbangan cairan tubuh dan nilai osmotik (keseimbangan air di luar sel-sel tubuh).
-       Memelihara keseimbangan asam basa.
-       Mengatur permeabilitas sel, fungsi alat dan transmisi impuls-impuls syaraf.
-       Hipertensi
-       Gangguan pada jantung dan ginjal.
-       Mual, kelelahan dan kejang otot.
-       Suhu tubuh naik.
-       Nilai osmotik cairan ekstraseluler turun.
2.
Kalium (K)
-       Daging, unggas.
-       Serealia, buah-buahan dan sayuran.
-       Memelihara keseimbangan air di dalam sel-sel tubuh.
-       Transmisi impuls-impuls syaraf.
-       Memelihara keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.
-       Sebagai katalisator dalam reaksi kimia dan biologis dalam tubuh.
-       Memelihara denyut jantung.
-       Mengatur pelepasan insulin dari penkreas.
-       Membantu dalam kontraksi otot dan pertumbuhan.
-       Kelemahan otot.
-       Denyut jantung tidak teratur.
-       Kelemahan otot.
-       Gangguan pernafasan.
-       Denyut jantung tidak normal.
3.
Zat Kapur/ Kalsium (Ca)
-       Susu, kerang, ikan dan keju.
-       Sayuran (kubis, brokoli), biji-bijian, tumbuhan polong.
-       Memelihara tulang dan gigi (sebagai komponen tulang dan gigi).
-       Berperan dalam proses pembekuan darah.
-       Membantu dalam mentranmisi pesan-pesan (impuls-impuls syaraf) melalui sistem syaraf.
-       Mengatur kontraksi dan relaksasi serabut otot.
-       Melindungi tubuh terhadap absorpsi zat-zat kimia radioaktif tertentu.
-       Memelihara fungsi otot jantung.
-       Mengaktifkan enzim-enzim tertentu.
-       Membantu proses penggumpalan darah.
-       Kelelahan luar biasa.
-       Mual, muntah, anoreksia, sakit perut.
-       Sembelit, haus, gangguan mental, batu kalsium dan pengapuran jaringan.
-       Koma atau mati bila mengalami hiperkalsemia yang berat.
-       Pembekuan darah yang lambat/ sukar bila terjadi luka.
-       Tulang menjadi rapuh atau lunak.
-       Penyakit rakhitis.
-       Pertumbuhan terlambat.
-       Pembentukan tulang dan gigi menjadi jelek (rusak).
-       Hipokalsemia.
-       Kekejangan otot.
4.
Fosfor (P)
-       Susu, kuning telur, daging, unggas dan ikan.
-       Serealia, kacang, tumbuhan polong.
-       Membentuk dan memelihara tulang dan gigi.
-       Mengatur keseimbangan asam dan basa dalam tubuh (darah).
-       Mengatur aktivitas hormonal.
-       Berperan dalam metabolisme zat-zat makanan, transportasi dan penggunaannya.
-       Penting untuk efektivitas beberapa vitamin.
-       Unsur utama dari semua sel tubuh.
-       Kontraksi otot.

Keterangan:
Dalam beberapa hal, kalsium dan fosfor mempunyai kesamaan:
-       Penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi.
-       Diatur oleh kelenjar paratiroid.
-       Adanya vitamin D meningkatkan absorpsi.
-       Tulang menyimpan kalsium dan fosfor, tapi juga melepaskan unsur-unsur tersebut.
Belum diketahui
-       Tulang dan gigi manjadi rapuh.
-       Kehilangan nafsu makan.
-       Berat badan turun.
-       Rakhitis.
-       Lesu.
-       Anoreksia.
-       Sakit pada tulang.
5.
Magnesium (Mg)
-       Tumbuhan polong, biji padi-padian, serealia.
-       Daging dan susu.
-       Sintesis protein.
-       Respirasi seluler.
-       Sebagai katalisator dalam beberapa reaksi kimia dan biologis yang melibatkan ATP dan ADP.
-       Unsur penting tulang, otot dan sel darah merah.
-       Penting untuk kesehatan otot dan syaraf dan metabolisme untuk menghasilkan energi.
-       Gangguan fungsi syaraf.
-       Gangguan mental, emosi dan otot-otot.
-       “tetani” yang serupa dengan hipoglikemia.
-       Pengontrolan terhadap otot hilang.
-       Perubahan-perubahan yang mempengaruhi kerusakan sistem ginjal dan kardiovaskuler.
6.
Klor (Cl)
-       Garam dapur, daging, susu dan telur.
-       Memelihara keseimbangan air dan asam basa dalam tubuh.
-       Berperan dalam pembentukan asam hidroksida.
-       Berperan sebagai komponen HCl dalam lambung.
-       Mengatur aktivitas enzim-enzim tertentu.
-       Memudahkan transfer karbondioksida dari darah ke paru-paru.
-       Membantu dalam memelihara keseimbangan cairan, elektrolit, asam-basa dan tekanan (nilai) osmotik dalam bagian-bagian rongga tubuh.
Belum diketahui
-       Hilangnya rambut dan gigi.
-       Gangguan pencernaan, mual dan keletihan (lesu).
7.
Belerang (S)
-       Buah-buahan, sayuran, tumbuhan polong dan kacang.
-       Telur, susu, daging, keju dan makanan yang mengandung protein.
-       Membantu dalam penyimpanan dan pembebasan energi.
-       Meningkatkan otot dan syaraf.
-       Meningkatkan proses pembekuan darah darah.
-       Sebagai komponen substansi tubuh yang diperlukan untuk proses detoksifikasi.
-       Sebagai komponen struktural asam nukleat dan vitamin (tiamin, biotin, pantotenat) dan asam-asam lemak.
Belum diketahui.
-       Belum diketahui.
8.
Zat besi (Fe)
-       Sayuran dan buah-buahan, biji padi-padian, serealia, kentang.
-       Daging, hati, susu dan kuning telur.
-       Berperan dalam respirasi seluler sebagai bagian hemoglobin dan mioglobin, zat besi memungkinkan transportasi oksigen dan karbondioksida ke dan dari sel-sel.
-       Mengatur berbagai reaksi kimia dan biologis dalam tubuh.
-       Membentuk hemoglobin dari sel-sel darah merah.
-       Konstituen enzim-enzim seluler.
-       Gangguan fungsi hati dan pankreas
-       Anemia, lesu, pusing, berat badan menurun, pucat pada kulit.
9.
Yodium (J)
-       Garam yang telah diberi yodium.
-       Ikan laut.
-       Makanan dari tumbuhan dan hewan yang hidup di daerah yang mengandung garam.
-       Membantu fungsi kelenjar tiroid.
-       Pembentukan hormon-hormon dalam kelenjar tiroid (tiroksin).
Jarang terjadi.
-       Penyakit gondok (Goiter) karena reduksi hormon tiroid dalam sirkulasi dan akibatnya memacu kelenjar untuk membuat lebih banyak hormon sehingga terjadi pembengkakan kelenjar, terutama pada wanita.
-       Penyakit kreatisme pada anak-anak yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan (kemunduran fisik dan mental).
10.
Seng (Zn)
-       Makanan asal dari laut, terutama tiram.
-       Hati, daging, telur, susu dan benih gandum.
-       Membantu dalam penyembuhan luka dan kesehatan kulit dan pembentukan enzim-enzim.
-       Penting untuk pertumbuhan.
-       Berperan dalam perkembangan seksual, pertumbuhan dan kemampuan reproduksi.
-       Ketajaman terhadap rasa dan bau-bauan.
-       Kehilangan besi dan tembaga dari hati.
-       Kecepatan pertumbuhan terhambat.
-       Penyembuhan luka terhambat.
-       Ketajaman terhadap rasa dan bau-bauan menurun.
-       Menjadi kerdil, anemia.
11.
Fluor (F)
-       Ikan, air, atau garam yang telah dicampur dengan fluor.
-       Makanan berasal dari hewan (susu, kuning telur, otak dan sebagainya).
-       Menguatkan tulang dan gigi.
-       Meningkatkan daya tahan terhadap pembusukan/ kerusakan gigi.
-       Melindungi terhadap kekurangan magnesium, osteoporosis dan penyakit periodental.
-       Gigi menjadi bercoreng-coreng.
-       Kerusakan gigi yang berlebihan.
12.
Zat tembaga (Cu) dan unsur-unsur lainnya
-       Tumbuhan polong, biji padi-padian, kismis, kacang.
-       Ginjal, hati, kerang-kerangan.
-       Penting untuk pembentukan hemoglobin sel-sel darah merah (pembentukan sel-sel darah merah).
-       Sebagai komponen enzim-enzim dan protein.
-       Mengabsorpsi unsur besi.
-       Sintesis substansi seperti hormon.
-       Memelihara fungsi sistem syaraf dan kimia darah yang normal.
-       Sakit kepala, pusing-pusing, lesu, mual dan diare.
-       Anemia, gangguan pada syaraf dan tulang dan luka-luka pada kulit.




AIR
No.
No.
Air
Kandungan
Manfaat
1.
Air Heksagonal
1.  Satuan kelompok molekul terkecil dan stabil.
2.  H2O dengan 6 formasi.
1.    Dehidrasi terhindari dari racun yang mengendap dalam tubuh terbuang.
2.    Prose penyembuhan penyakit jadi lebih cepat seiring meningkatnya kinerja obat yang diminum.
3.    Lebih mudah masuk ke dalam sel.
4.    Mengaktifkan proses metabolisme sel.
5.    Menghasilkan lebih banyak energi.
6.    Lebih efektif melarutkan dan membuang zat sisa metabolisme yang bersifat racun bagi tubuh.
7.    Meningkatkan kualitas cairan sel tubuh.
8.    Membantu melindungi inti sel dari zat sisa metabolisme.
9.    Meningkatkan kemampuan sel menetralisir dan membuang toksin.
10. Meningkatkan kandungan oksigen dan daya serap terhadap zat gizi.
11. Meningkatkan kemampuan sel untuk emmperbaiki diri.
2.
AIR BEROKSIGEN
1.    Oksigen (O2) lebih banyak dari air biasa.
1.    Kebutuhan zat asam tubuh saat itu juga dapat terpenuhi.
2.    Mampu meningkatkan suplai oksigen ke setiap sel tubuh, melarutkan zat gizi dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh.
3.    Merangsang kelangsungan hidup sel.
4.    Mengatur suhu tubuh.
5.    Melarutkan bahan-bahan berbahaya dan zat buangan ke luar tubuh.
Mineral
Sumber
SEREALIA DAN KACANG-KACANGAN


No.
Serealia dan Kacang
Kandungan
Manfaat
1.
KACANG HIJAU
1.    Protein.
2.    Vitamin B1, B2, E.
3.    Niasin.
4.    Kalsium (Ca).
5.    Fosfor (P).
6.    Karotin.
7.    Asam lemak tak jenuh.
8.    Anti oksidan.
1.    Mengatasi beri-beri, anemia, wasir dan gangguan hati.
2.    Untuk obat cuci perut.
3.    Kecambah kacang Hijau baik untuk menjaga keasaman lambung, memperlancar pencernaan, meremajakan dan menghaluskan kulit, menghilangkan flek-flek hitam dan jerawat pada wajah, menyuburkan rambut dan melangsingkan tubuh.
4.    Memperlambat proses penuaan dan menghalangi penyebaran sel kanker.
5.    Meningkatkan kesuburan.
2.
KEDELAI
1.    Protein.
2.    Sitosterol.
3.    Lecitin.
4.    Lemak.
5.    Karbohidrat (Kh).
6.    Kalsium (Ca).
7.    Fosfor (P).
8.    Zat besi (Fe).
9.    Vitamin A, B1, C.
10. Air (H2O).
1.    Menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
2.    Mencegah kanker prostat dan kebotakan.
3.    Alternatif pemasok protein.
4.    Mencegah osteoporosis.
3.
KACANG PANJANG
1.    Protein.
2.    Karbohidrat kompleks.
3.    Serat/ fiber.
4.    Vitamin B.
5.    Folasin.
6.    Tiamin.
7.    Kalsium (Ca).
8.    Fosfor (P).
9.    Zat besi (Fe).
1.    Mengurangi kerusakan pembuluh darah.
2.    Menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
3.    Mengurangi konsentrasi gula darah.
4.    Menurunkan resiko kanker usus besar dan kanker payudara.
5.    Mengobati bengkak (200 gr kacang panjang, 20 gr bawang putih, gula merah secukupnya, masak jadi sup, makan secara teratur).
6.    Peluruh kencing (150 gr seluruh tumbuhan kacang panjang, 30 gr kulit semangka direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring airnya lalu diminum).
7.    Sakit pinggang (200 gr biji kacang panjang, 20 gr jahe merah dan 25 gr kencur, rebus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring airnya lalu diminum).
8.    Batu ginjal (200 gr kacang panjang, 200 gr asparagus, blender dengan air hingga 200 cc, rebus mendidih, minum).
9.    Kurang darah ( 200 gr kacang panjang, 100 gr anggur, hati ayam secukupnya, masak sesuai selera, makan teratur).
10. Nafsu makan (100 gr kacang panjang, 40 gr temulawak, 3 buah kiam boi (sun boi), rebus dengan air secukupnya, saring, tambahkan madu lalu minum).
11. Cepat lelah ( 100 gr kacang panjang, 5 buah angco dibuang bijinya dan 25 gr kencur, rebus dengan air 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring, tambahkan madu, minum, angco dan kacang panjangnya dimakan).
12. Sembelit (200 gr kacang panjang, 100 gr daun ubi jalar dimasak sesuai selera, makan secara teratur).
13. Anti kanker (kacang panjang, buncis, brokoli, wortel (secukupnya), masak menjadi tumisan dengan bumbu-bumbu hingga matang. Makan secara teratur (lakukan 2 kali sehari secara teratur).
4.
JAGUNG
1.     Flavonoid.
2.     Alkoloid.
3.     Alantoin.
4.     Saponin.
5.     Minyak Atsiri.
6.     Mucilage.
7.     Gula.
8.     Zeaksantin.
9.     Protein.
10.  Asam Maizenik.
11.  Asam Heksa Fosfor.
12.  Vitamin B1, B2, B6, C, K dan Thiamin.
13.  Asam Linoliat.
14.  Beta Asam Oleat.
15.  Asam Palmitat.
16.  Asam Stearat.
1.    Menetralkan jantung.
2.    Menguatkan paru-paru.
3.    Meningkatkan nafsu makan.
4.    Menguatkan limpa.
5.    Mencegah kanker.
6.    Mengobati penyakit cacar (jagung muda secukupnya diparut, gunakan sebagai bedak atau kompreskan di bagian yang sakit).
7.    Melancarkan dan memperbanyak ASI (300 gr biji jagung tua disangrai hingga retak dan renyah, untuk dikonsumsi setiap hari).
8.    Menyembuhkan diare (tongkol jagung dikeringkan, tumbuk halus, 10 gr bubuknya diseduh dengan 200 cc air panas, minum).
9.    Radang saluran kencing (100 gr rambut jagung, 30 gr sambiloto, 100 gr akar alang-alang, rebus semuanya dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, saring dan minum airnya selagi hangat, lakukan 2 kali sehari masing-masing 150 cc).
10. Batu ginjal (100 gr rambut jagung, 15 gr sambiloto, rebus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, saring, minum airnya, ATAU 100 gr rambut jagung, adas dan pulosari secukupnya, rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, minum airnya 2x/ hari @ 200 cc).
11. Radang ginjal (300 gr jagung muda lengkap dengan rambutnya, rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 450 cc, saring, minum airnya 3 kali sehari masing-masing 150 cc).
12. Diabetes mellitus (100 gr rambut jagung dan 200 gr batang kangkung, rebus semuanya dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, saring, minum selagi hangat (batangnya dimakan).
13. Hipertensi (100 gr rambut jagung, 60 gr seledri, 5 gr adas, 5 gr pulosari, rebus semuanya dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, saring, minum airnya selagi hangat. Atau 100 gr rambut jagung, 30 gr tumbuhan patikan kebo, 60 gr akar alang-alang, semuanya direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, saring lalu minum airnya diminum selagi hangat.
14. Batuk disertai slem (100 gr jagung muda yang diiris-iris tipis, 30 gr labu air, 10 gr kulit jeruk mandarin, rebus semuanya dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, saring kemudian airnya diminum).
15. Batu empedu ( 60 gr daun lidah buaya yang telah dibersihkan kulitnya, rebus semuanya dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc, saring, minum airnya 2 kali/ hari @ 150 cc).
16. Pembengkakan (edema) karena radang ginjal (100 gr rambut jagung, 30 gr daun kumis kucing, 30 gr tumbuhan meniran, 30 gr daun sendok, rebus semua dengan 700 cc air hingga tersisa 250 cc, saring kemudian airnya diminum selagi hangat).
17. Memuluskan kulit hitam bekas luka di kulit (1 buah jagung agak muda, buang kulitnya, bersihkan rambut halus pada jagung, lalu parut halus, bubuhkan parutan jagung ini pada bagian tubuh bekas luka setiap pagi, diamkan selama 4-5 jam, lakukan selama seminggu).
5.
UBI MERAH DAN UBI JALAR
1.    Betakaroten.
2.    Vitamin A, B (B6 dan asam folat), C, E.
3.    Karotenoid.
4.    Lutein.
5.    Zeaxantin.
6.    Fiber (serat).
7.    Karbohidrat kompleks.
8.    Potassium.
9.    Zat besi (Fe).
1.  Mencegah penyakit jantung.
2.  Mencegah kanker.
3.  Baik dikonsumsi oleh penderita DM.
4.  Anti radang.
5.  Mengurangi peradangan pada Asma.
6.  Mengurangi Osteoatritis.
7.  Mengurangi Radang sendi.
8.  Menurunkan kadar Homocystein.

6.
KOPI
1.   Magnesium (Mg).
2.    Antioksidan.
3.    Phytoestrogen.
4.    Kafein.
1.  Mengurangi penyakit diabetes mellitus tipe 2.
2.  Menurunkan resiko kanker.
3.  Membangkitkan energi dan motivasi.




SAYUR
Gejala Kerac
No.
Sayuran
Kandungan
Manfaat
1.
WORTEL
1.    Carotenoids tinggi (khususnya Betakarotin).
2.    Gula.
3.    Karotin.
4.    Pektin.
5.    Aspargin.
6.    Vitamin A, B, C, D, E dan K.
7.    Serat/ fiber.
8.    Lemak.
9.    Hidrat arang/ karbohidrat.
10. Kalsium (Ca).
11. Fosfor (P).
12. Zat besi (Fe).
13. Sodium.
14. Asam amino.
15. Minyak esensial.
16. Flavonoid.
17. Minyak atsiri (Pinen dan Limonen).
18. Asam Tiglat.
19. Azaron.
20. Bisabol.
21. Meristisin.
22. Falcarinol.
1.  Dapat menerunkan resiko kanker dan penyakit jantung.
2.    Memberikan efek aprodisiak.
3.    Menurunkan kadar kolesterol.
4.    Mencegah stroke.
5.    Mencegah masalah seksualitas.
6.    Anti kanker.
7.    Mengatasi tukak lambung.
8.    Mengatasi amandel.
9.    Mengatasi gangguan kerongkongan/ pernafasan.
10. Mengurangi lendir pada penderita pilek, bronkitis, asma.
11. Mencegah kostipasi (sembelit).
12. Mencegah wasir.
13. Antioksidan.
14. Meningkatkan imunitas tubuh.
15. Menghancurkan batu ginjal.
16. Mengurangi asam urat dan radang hati.
17. Parutan wortel plus madu bisa dijadikan masker wajah untuk melembutkan kulit.
18. Kompresan parutan wortel dapat digunakan untuk menyembuhkan luka teriris pisau.
2.
BROKOLI
1.  Mengandung zat anti kanker.
2.  Vitamin C.
3.  Betakarotin.
4.  Fiber (Serat).
1.    Dapat menurunkan kolesterol.
2.    Mencegah kanker.
3.    Melindungi dari serangan penyakit jantung dan kanker paru-paru.
3.
BAWANG
1.    mengandung zat Anti oksidan.
2.    Antigregasi Platelet (bahan pembeku darah).
3.    Anti Hipertensi.
4.    Antioksidan.
1.    Memperlambat kerusakan oksidatif sel dan jaringan tubuh (anti kanker payudara, ovarium, usus dan paru-paru).
2.    Untuk obat tekanan darah tinggi/ hipertensi.
3.    Untuk bumbu masak.
4.    Mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
5.    Mencegah preeklamsia.
6.    Mencegah asma.
7.    Memperkecil resiko terkena kanker.
8.    Peleberan pembuluh darah.
9.    Penurun kadar kalsium dalam sel.
10. Pencegah radikal bebas.
4.
BAYAM
1.  Lutein.
2.  Folate.
3.  Vitamin A, C.
4.  Zat besi (Fe).
5.  Caretenoid.
6.  Betakarotin.
1.  Melindungi dari penyakit jantung.
2.  Melindungi dari kecacatan saat melahirkan.
3.  Mengurangi resiko berkembangnya katarak.
4.  Mengurangi kadar kolesterol.
5.  Menahan timbulnya katarak.
6.  Bisul keras (daun dan batang bayam duri segar dicuci bersih lalu dipipis, tambahkan madu, aduk merata sampai kental, tutupkan pada bisul, balut, ganti 3x sehari).
7.  Penyakit wasir (daun dan batang bayam duri dicuci lalu dipotong-potong seperlunya, tambahkan air bersih sampai terendam, rebus sampai mendidih, tambahkan sedikit garam, cuci, gunakan untuk mengompres bagian yang terkena ekzema).
8.  Gusi bengkak/ berdarah (bayam duri kering secukupnya dibakar dengan alas genteng, giling menjadi bubuk, Oleskan pada gusi yang sakit sesering mungkin (sampai sembuh)).
9.  Mengobati disentri ( 30 gr akar bayam duri segar dicuci bersih, potong-potong seperlunya, tambahkan 15 gr gula enau dan 2 gelas air bersih, rebus sampai air tersisa ½ gelas. Setelah dingin, saring, minum sekaligus sebelum makan 2 kali sehari, sampai sembuh.
10.  Mengobati keputihan (akar bayam duri segar sebanyak 30-60 gr dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya, tambahkan gula batu seukuran kelereng, atau rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, setelah dingin disaring, bagi untuk 2 kali minum (pagi dan sore hari)).
11.  Sakit tenggorokan (akar bayam duri segar sebanyak 45 gr dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, setelah dingin disaring, siap untuk diminum, pagi dan sore hari).
12.  Saluran nafas (daun bayam duri segar sebanyak ½ genggam dicuci bersih, giling halus, tambahkan 3 sdm air masak dan sedikit garam, aduk peras dan saring, minum sekaligus (2x sehari)).
13.  Terlambat haid (50 gr akar bayam duri segar dicuci dan dipotong-potong, tambahkan arak merah sampai terendam, kemudian ditim sampai mendidih selama 15 menit, diminum sekaligus selagi hangat).
14.  TBC kelenjar (bayam duri (batang, daun dan akar) sebanyak 30-60 gr dicuci alu dipotong-potong seperlunya, rebus dengan ½ gelas air bersih dan ½ gelas arak putih hingga tersisa 1 gelas, saring, minum setiap pagi dan sore hari (1/2 gelas)).
5.
KUBIS
1.  Senyawa isothiosianat.
1.    Menurunkan resiko kanker payudara, prostat, ginjal, kolon, kandung kemih dan paru-paru.
2.    Menurunan toksisitas karsinogen dalam darah.
6.
PETAI
1.      Sukrosa.
2.      Fruktosa.
3.      Glukosa.
4.      Fiber (serat).
5.      Tryptophan.
6.      Karbohidrat.
7.      Protein.
8.      Vitamin A, B6. B12.
9.      Fosfor (P).
10.  Zat besi (Fe).
11.  Kalium (K).
12.  Magnesium (Mg).
1.  Anti depresi.
2.  Sumber antioksidan.
3.  Sebagai tenaga instant.
4.  Pengobatan liver (hati), udema, radang ginjal (nefritis), diabetes (DM).
5.  Peluruh cacing (antelmintik).
6.  Pengobatan penyakit kuning/ hepatitis.
7.  Pengobatan premenstrual syndrome.
8.  Pengobatan anemia.
9.  Pengobatan darah tinggi (hipertensi).
10.   Suplemen otak.
11.   Pengobatan sembelit.
12.   Obat mabuk (darat, laut dan udara).
13.   Ketika kekenyangan.
14.   Mual pagi hari (morning sickness).
15.   Gigitan nyamuk.
16.   Luka lambung (maag).
17.   Mengatur suhu tubuh.
18.   Obat berhenti merokok.
19.   Obat stroke.
20.   Menghilangkan caplak.
7.
DAUN KEMANGI

1.    Untuk mengobati kutil.
2.    Campuran lalapan.
3.    Menghilangkan bau badan.
8.
DAUN KANGKUNG

1.    Memudahkan buang air besar (BAB).

9.
KEMETIR/ LAMTORO

1.    Obat kencing manis (dijemur hingga kering, digoreng sangrai, dibuat bubuk, disedu seperti membuat kopi).
2.    Bahan campuran botok (javanesse food).
10.
PARE

1.    Memperlancar ASI.



BUAH-BUAHAN




No.
BUAH
Kandungan
Manfaat
1.
APEL
1.   Tinggi Serat (fiber).
2.   Flavonoid.
3.   Fitokimia.
4.   Quacertin (sejenis flavonoid).
5.   Pektin.
6.   Asam D-glucaric.
7.   Tannin.
1.   Dapat menurunkan/ mengatur kadar kolesterol.
2.   Melindungi dari serangan penyakit jantung dan kanker paru-paru (hingga 50%).
3.   Menghambat pertumbuhan sel kanker usus (hingga 43%).
4.   Mencegah pertumbuhan sel kanker prostat pada pria.
5.   Sebagai antioksidan yang melawan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
6.   Melindungi tubuh dari serangan stroke.
7.   Melancarkan pencernaan.
8.   Menurunkan berat badan dan kecantikan.
9.      Mengurangi keluhan sembelit dan diare.
10.   Mencegah kerusakan gigi dan gusi.
11.   Mencegah infeksi saluran kencing.
2.
BLUEBERRY
1.  Antioksidan.
2.  Anthocyanin.
3.  Potassium.
4.  Vitamin C.
1.     Mengurangi penuaan.
2.     Mencegah penglihatan lemah.
3.     Menurunkan tekanan darah.
4.     Melindungi dari serangan jantung.
3.
ALPUKAT
1.    Kaya mineral kalium (K).
2.    Rendah Natrium (Na).
3.    Tinggi Asam Folat.
4.    Tinggi vitamin E.
5.    Betakaroten.
6.    Klorofil.
7.    Vitamin B kompleks.
8.    Hampir tidak mengandung Pati.
9.    Sedikit mengandung gula.
10. Tinggi serat Selulose.
11. Vitamin C.
12. Zat besi (Fe).
13. Mangan (Mn).
1.     Dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menaikkan kolesterol baik (HDL).
2.     Dapat menekan risiko stroke.
3.     Dapat menekan serangan jantung.
4.     Dapat mengendalikan hipertensi/ darah tinggi.
5.     Mengurangi keasaman tubuh (suasana basa).
6.     Menekan timbulnya alergi, pusing, panik, gangguan pernafasan dan pencernaan.
7.     Dapat memperlancar aliran darah.
8.     Menjaga kesehatan kulit dan rambut.
9.     Merangsang pembentukan jaringan kolagen.
10.  Penting dalam pembentukan sel darah merah dan pencegahan anemia gizi.
11.  Sebagai obat sakit pinggang.
4.
PISANG
1.    Kalium (K).
2.    Magnesium (Mg).
3.    Fosfor (F).
4.    Kalsium (Ca).
5.    Zat besi (Fe).
6.    Vitamin (A, B6).
7.    Karbohidrat komplek tingkat sedang.
8.    Fiber (Serat).
9.    Protein.
10. Lemak.
11. Serotonin.
12. Asam Folat.
13. Potasium.
14. Sodium.
1.     Untuk sintesis dan koenzim untuk beberapa reaksi metabolisme protein.
2.     Sebagai neurotransmitter (fungsi otak).
3.     Menyediakan cadangan energi dengan cepat (energi instan).
4.     Menjauhkan resiko stroke.
5.     Mengatur keseimbangan cairan, denyut jantung, kontraksi otot dan rangsangan syaraf.
6.     Mengobati sembelit dan mencret/ diare.
7.     Ideal untuk menciptakan tubuh langsing (hanya mengandung 95 kal).
8.     Mencegah kanker kolorektel lansia.
5.
KELENGKENG
1.  Sukrosa.
2.  Glukosa.
3.  Protein.
4.  Lemak.
5.  Vitamin (A, B).
6.  Alkohol.
1.    Bijinya dapat membantu menghentikan pendarahan, mengatur arus energi yang keluar dan masuk pada organ vital manusia, menghilangkan rasa nyeri, untuk shampo.
2.    Untuk badan lemah setelah sakit, pusing atau penglihatan kabur (makan 250 gr buah segar, buang kulit dan batu bijinya).
3.    Untuk hilang vitalitas, insomnia, cemas, depresi, serta mudah marah dan berkeringat (ambil 15 gr buah kelengkeng dan 6 gr kurma cina yang diasamkan, kukus dan berikan kepada penderita 1 kali/ hari).
4.    Untuk Selera makan hilang, limpa lemah dan diare (ambil 60 gr daging buah kelengkeng, buang kulit dan bijinya, makan pada pagi dan malam hari, lakukan hingga sembuh).
5.    Untuk luka bakar yang sulit sembuh (ambil 2-4 cangkang kelengkeng/ biji buahnya, bakar hingga menjadi arang, tumbuk halus, campur dengan minyak zaitun dan taburkan ke bagian yang luka).
6.    Untuk luka karena jatuh (ambil 3-5 biji buah kelengkeng, panggang di atas api, tumbuk sampai halus, taburkan pada bagian yang gatal atau bernanah).
7.    Untuk bau badan dan ketiak (ambil 15 gr biji kelengkeng dan 9 gr lombok hitam, tumbuk halus, oleskan pada ketiak).
8.    Untuk kulit terbakar (ambil cangkang kelengkeng, bakar sampai gosong, tumbuk halus dengan dicampur dengan minyak tung (aleuritis fordil), bubuhkan pada bagian yang terbakar, ramuan ini tidak saja meringankan rasa panas, tetapi juga menyembuhkan luka bakar tanpa meninggalkan bekas).
9.    Untuk luka borok yang tak kunjung kering (ambil sedikit cangkang kelengkeng atau biji buahnya, bakar sampai menjadi arang lalu tumbuk halus, campur dengan minyak zaitun dan taburkan pada daerah yang luka).
10. Untuk kulit pendarahan akibat jatuh (ambil beberapa biji kelengkeng yang telah kering, bakar sampai menjadi arang, tumbuk sampai halus dan taburkan pada daerah yang luka).
6.
SEMANGKA
1.    Likopen.
2.    Kalium (K).
3.    Vitamin (C, E).
4.    Betakaroten.
1.  Membantu penyembuhan gangguan sulit kencing (anyang-anyangan).
2.  Mencegah gangguan pada kandung kemih (seperti kencing batu).
3.  Menurunkan demam.
4.  Mampu menyegarkan kembali sel layu yang sudah terlanjur rusak.
5.  Meningkatkan kemampuan mental dan ketajaman daya ingat.
6.  Memperkecil resiko kanker mulut rahim, kanker pankreas, kanker pencernaan (rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, anus dan prostat).
7.  Untuk kesuburan dan viagra alami.
7.
JERUK NIPIS
1.    Asam sitrat.
2.    Vitamin C, A, B1.
3.    Synephrine.
4.    Thyltyramine.
5.    Kalsium (Ca).
6.    Fosfor (P).
7.    Zat besi (Fe).
8.    Minyak atsiri (Sitral, Limonen, Felandren, Lemon kamfer, Kadinen, Gerani-lasetat, Linali-lasetat, Aktilaldehid, Nildeid).
9.    Minyak terbang Limonene, Linalool, Flavonoid (Poncirin, Hesperidin, Fholfolin dan Naringin).
1.  Untuk demam atau flu (1 buah jeruk nipis dicuci lalu diperas, tambahkan air perasan tersebut dengan 3 siung bawang merah yang telah dilumatkan dan 1 sendok makan minyak kelapa, oleskan pada kening penderita).
2.  Sehabis melahirkan (1 sendok makan kapur sirih ditambah 2 sendok makan minyak kayu putih dan 2 butir perasan jeruk nipis kampung, aduk sampai merata lalu balurkan pada perut, lakukan setiap hari sehabis mandi selama 3 bulan agar perut halus dan tidak keriput.
3.  Obat jerawat (1 buah jeruk nipis diiris tipis-tipis, gosokkan pada kulit wajah).
4.  Rambut rontok/ berketombe (2 buah jeruk nipis dipotong menjadi 3 bagian, oleskan secara merata di kulit kepala, balut kepala dengan handuk semalaman, pagi harinya keramas sampai bersih (lakukan 3x seminggu)).
5.  Melebatkan rambut (1 butir kuning telur ayam kampung dikocok dengan perasan 3 butir jeruk nipis sampai merata, gosokkan pada kulit kepala, pijat sampai merata, biarkan selama 2 jam, bilas dengan sampo merang agar rambut menjadi mengkilap dan lebat (sampo merang dibuat dari 1 ikat merang, dibakar sampai menjadi arang, rendam dalam air dan biarkan semalaman, saring, gunakan untuk keramas)).
6.  Menghilangkan bau badan (1 buah jeruk nipis dipotong menjadi 2 bagian, olesi bagian irisan dengan kapur sirih tipis-tipis, setelah mandi, gosokkan pada ketiak. Biarkan 5 menit, bilas, lakukan setiap pagi dan sore hari.
7.  Vertigo (1/2 genggam daun jeruk nipis dilumatkan, tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis, gosokkan pada tengkuk, pelipis dan dahi. Lakukan setiap 2 kali/ hari).
8.  Ambeien (10 gr akar pohon jeruk nipis dicuci bersih, rebus dengan 1 liter air selama ½ jam, saring, minum hangat-hangat 3 kali/ hari).
9.  Amandel (kulit 3 jeruk nipis dicuci, lalu dipotong-potong, rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa ¾ bagian, gunakan untuk berkumur 3 kali/ hari).
10.  Anyang-anyangan (2 buah jeruk nipis dicuci, diperas, lalu diberi gula batu secukupnya, tuang dalam 1 gelas air panas, aduk hangat-hangat, kemudian diminum sekaligus, lakukan setiap hari sekali minum).
11.  Obat batuk (1 buah jeruk nipis dicuci lalu diperas, campur dengan 1½  sendok makan madu dan sedikit garam, aduk merata lalu saring, diminum 2-3 kali sehari.
12.  Batu ginjal (perasan 2 buah jeruk nipis diencerkan dengan 2 gelas air hangat, minum setelah makan malam setiap hari selama 10 hari).
13.  Difteri (2 buah jeruk nipis dicuci, peras ambil airnya, seduh dengan 1 gelas air panas, tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai rata, gunakan untuk kumur (± 2 menit) lalu diminum, lakukan 3 kali sehari).
14.  Haid tidak teratur (3 sendok makan air jeruk nipis ditambah 1 sendok makan madu dan 2 gelas air panas, aduk merata, minum 3 kali sehari).
15.  Berhenti merokok (1 buah jeruk nipis diiris tipis-tipis lalu diisap, lalu minum air putih, lakukan beberapa kali setiap hari).
16.  Tenggorokan berlendir (2 buah jeruk nipis dipotong-potong, peras, ambil airnya di gelas, tambahkan sedikit garam, aduk merata, minum pada saat perut kosong).
17.  Agar badan langsing (secangkir air teh hijau ditambah air perasan 1 buah jeruk nipis ke dalamnya, minum ramuan ini setiap pagi dan sore hari).
18.  Tekanan darah tinggi (20 kuntum bunga dan 30 lembar daun jeruk nipis, cuci sampai bersih, tambahkan air perasan 2 buah jeruk nipis, rebus bahan-bahan tersebut dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas, setelah dingin, saring, tambahkan sedikit madu, minum air tersebut 3 kali sehari @ ¾ gelas setiap hari).
8.
JAMBU KLUTHUK
1.  Vitamin A, B, C.
2.  Kalsium (Ca).
3.  Hidrat arang/ karbohidrat.
4.  Fosfor (P).
5.  Besi (Fe).
6.  Protein.
7.  Lemak.
8.  Air.
1.    Masuk angin (10 lembar daun biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa dan garam secukupnya, semua bahan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, saring, ambil airnya, minum 2 kali/ hari).
2.    Diabetes mellitus (DM) (1 buah jambu biji setengah masak, dibelah menjadi 4 bagian, rebus dengan 1 liter air sampai mendidih, saring, ambil airnya, minum 2 kali sehari setiap pagi dan sore).
3.    Beser/ kencing berlebihan (1 genggam daun biji yang masih muda dan 3 sendok bubuk beras digoreng tanpa minyak (sangrai = jawa), kedua bahan tersebut direbus dengan 2,5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Saring, ambil airnya, minum air saringan 3 kali/ jam @ 3 sendok makan).
4.    Maag (8 lembar daun biji yang masih segar direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, ambil airnya, minum 3 kali/ hari).
5.    Diare/ sakit perut (5 lembar daun, 1 potong akar, kulit dan batang jambu biji direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, ambil airnya, minum 2 kali/ hari, pagi dan sore hari).
6.    Diare bayi yang masih menyusui (jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya, dikunyah oleh ibu yang menyusui, telan airnya, buang ampasnya).
7.    Mengobati prolapsisani (1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji, direbus bersama 2 gelas air sampai mendidih, saring, ambil airnya, selagi hangat kompreskan pada poros usus (pusar) bayi).
8.    Sakit kulit (1 genggam daun biji dikunyah sampai lembut, tempelkan pada bagian tubuh yang luka agar tidak mengeluarkan darah terus menerus).
9.
MAHKOTA DEWA
1.    Senyawa anti alergi.
2.    Senyawa alkaloid.
3.    Senyawa saponin.
4.    Senyawa flavonoid.
5.    Senyawa polifenol.
6.    Menyembuhkan penyakit liver, kanker, jantung, kencing manis, asam urat, rematik, ginjal dan tekanan darah tinggi.
7.    Mengatasi jerawat, gatal kulit hingga eksim.
8.    Memanfaatkan kulit buah mahkota dewa (ambil kulit buahnya, keringkan dengan cara menjemur, ambil potongan kulit buah ukuran ½ cm x ½ cm, rebus dengan 1 gelas air hingga mendidih dan airnya berkurang, pemakaian ½ - 1 sdt air rebusan, merupakan dosis aman untuk pemakaian 1 hari yang diminum sebelum tidur, bila timbul rasa mual atau muntah-muntah, kurangi dosisnya, jika masih berlanjut, hentikan pemakaian).
9.    Mengobati kanker payudara dan rahim (1 sendok makan ramuan instan mahkota dewa seduh dengan segelas air, minum sehari 2 kali, pagi dan sore hari, bila penyakitnya serius, rebus satu sendok teh racik mahkota dewa dalam tiga gelas air hingga air tinggal setengahnya, tambahkan 1 sendok teh kunyit putih instan, minum 3x sehari, pengobatan ini memerlukan waktu 3-6 bulan, setelah sembuh tetap dikonsumsi, takaran dikurangi).
10. Mengendalikan diabetes (DM) (ambil 3-5 potong teh racik teh mahkota dewa, rebus dalam 3 gelas air bersama 3 lembar daun salam hingga air tersisa setengahnya, minum ramuan ini 1x setiap hari selama 3 hari atau seminggu sekali, untuk diabetes parah, ramuan diminum 3 kali sehari).
11. Mengurangi sakit rematik dan asam urat (rebusan buahnya mengurangi sakit reumatik dan asam urat bila dikonsumsi setiap hari, tanaman ini kaya alkaloid, saponin dan flavonoid, daun dan buahnya memiliki efek antihistamin. Belum diketahui senyawa yang berperan sebagai penyembuh. Yang jelas, secara empiris tanaman ini banyak digunakan sebagai obat luar (mengobati penyakit kulit).
10.
BUAH MERAH PAPUA
1.  Antioksidan tinggi (Karoten, Tokoferol).
2.  Asam lemak tidak jenuh.
3.  Kalsium (Ca).
4.  Zat besi (Fe).
5.  Terdiri dari Omega 3, 6 dan 9.
6.  Betakaroten.
7.  Protein.
1.    Meningkatkan kekebalan tubuh, kecerdasan dan perbaikan sel.
2.    Memperlambat penumpukan flek pada arteri.
3.    Menangkal AIDS.
4.    Menyembuhkan kanker dan tumor.
5.    Mengobati stroke dan darah tinggi.
6.    Mengobati asam urat.
7.    Mengobati diabetes mellitus (DM).
8.    Menangkal osteoporosis.
9.    Meningkatkan gairah dan kesuburan.
10. Mencegah gangguan mata.
11. Meningkatkan kecerdasan.
11.
BLIMBING WULUH
1.     
1.    Untuk campuran/ bumbu pada sayur.
2.    Untuk menghilangkan noda tinta pada kain.
12.
BENGKOANG/ BESUSU
1.    Pati.
1.    Obat jerawat.
2.    Dibuat makanan rujak.
13.
ASEM
1.     
1.    Untuk minuman.
2.    Untuk rasa pada permen.
3.    Untuk memberi rasa segar pada jamu.
14.
JERUK PURUT
1.     
1.    Untuk campuran sambel tumpeng.
2.    Bumbu urap (masakan jawa/ javanesse food).
15.
KETIMUN

1.    Untuk rujak.
2.    Untuk sayur.
3.    Untuk acar.
4.    Air perasan dapat menghaluskan kulit.
16.
AREN

1.    Bahan gula aren.
17.
LABU SIAM

1.    Obat sakit panas (diparut dan ditempelkan pada dahi kepala).
18.
MURBEI

1.    Obat diare/ berak cair.
19.
PEPAYA
1.    Vitamin A, C,
1.    Sayur (mentah).
2.    Manisan (setengah masak).
20.
TOMAT
1.    Vitamin A, C,
1.    Sayur (muda).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar