Minggu, 23 Januari 2011

Hindari Stres

Tuntutan pekerjaan dari bos yang diktaktor dan suasana kerja yang hectic, sering kali membuat kita mudah stres. Jangan sepelekan ini, karena stres yang mudah datang tersebut dapat mengancam kesehatan jantung kita. Stres juga mengancam metabolisme tubuh.
Sedikit tekanan dalam pekerjaan terkadang memang dapat membuat kita menjadi lebih produktif dan meningkatkan performa kita. Namun, tekanan atau stres yang kronik dapat meningkatkan resiko penyakit cardiovascular.  Menurut Suzanne Sorof,M.D, president of the southwest chapter of the American Heart Association, cara kita memperlakukan diri kita secara fisik dan mentallah yang mempengaruhi tingkat stres kita.
Berikut serangkaian tips yang bisa Anda terapkan untuk menghindari tekanan dan stres di kantor.

Dekorasi ruang kerja. Tata dan hias ruang kerja atau cubical sesuai dengan selera Anda. Foto teman teman atau keluarga akan membuat kita lebih santai dan nyaman seperti di rumah. Saat merasa frustasi Anda dapat melihat foto orang-orang yang Anda kasihi, ini akan membuat Anda lebih rileks. Selain foto, dapat juga kita menghias tempat kerja dengan kliping majalah, tulisan berupa kutipan inspiratif, tulisan guyonan atau Jokes hingga komik atau novel yang bisa dibaca saat waktu senggang. Pastikan juga menaruh benda atau hal-hal yang mampu membuang mood negatif sebagai hiasan.

Tinggalkan kantor sejenak. Salah satu cara mudah untuk lepas dari tekanan kantor adalah dengan pergi keluar kantor beberapa saat. Di waktu makan siang dapat Anda manfaatkan untuk sekedar berjalan-jalan di sekitar kantor. Berjalan keliling taman kantor dan sedikit berolahraga dapat mampu menurunkan kolesterol jahat(LDL) serta menaikkan kolesterol baik (HDL). Jaga ritme alami tubuh dengan melakukan stretching ringan di sela sela pekerjaan. Utamanya saat kita kerja lembur agar tubuh menyesuaikan tingkat beban yang dihadapi.

Atur meja kerja. Selain dihias, meja kerja perlu di jaga kerapuhan dan keteraturannya. Kelompokan barang-barang atau dokumen yang sedang Anda butuhkan. Buat daftar pekerjaan yang harus Anda kerjakan berdasarkan urutan kepentingan dan deadline. Atur berkas berdasarkan kelompok, pembedaan warna juga dapat membantu memudahkan saat harus mencari dan mengumpulkannya kembali. Simpan juga kalender untuk memastikan hari dan tanggal suatu pekerjaan harus selesai. Dengan meja kerja yang rapi dan teratur akan membuat Anda bekerja dengan lebih tertata dan terhindar dari stres.

Jangan lupa makan. Kesibukan dan tekanan pekerjaan sering membuat kita melupakan sarapan dan makan siang, bahkan saat lembur tak jarang kita lupa untuk makan. Makanan dan mood saling berhubungan. Jika Anda merasa mudah marah , mungkin disebabkan karena Anda belum makan. Sarapan di pagi hari dan makan siang sangatlah penting. Saat sumber energi dalam tubuh tersedia dengan cukup akan membuat tubuh siap menghadapi tekanan. Nikmatilah waktu makan siang untuk sekedar bertukar pikiran dengan teman sejawat, disamping itu jangan lupa pilih makanan dengan asupan gizi yang cukup.

Telepon teman. Saat merasa mulai tertekan, istirahatlah sejenak dan luangkan waktu untuk menelpon teman atu keluarga. Pilih tempat yang nyaman dan rilek untuk sebuah obrolan telepon. Sapalah dunia luar Anda, karena tekanan terjadi saat kita terlalu fokus pada pekerjaan dan terlupa diluar sana terdapat kehidupan lain.

Istirahat sejenak dari pekerjaan. Saat mengerjakan proyek besar atau Anda sedang melakukan serangkaian telepon negosiasi, istirahat sejenak dapat membantu Anda kembali fokus. Gunakan waktu bersama teman kerja untuk berbincang soal issue diluar pekerjaan, atau sekedar merencanakan ‘nonton bareng’ di akhir pekan. Cara singkat membunuh stres dapat pula dilakukan dengan mudah seperti, istirahat sejenak dan melihat matahari.

Jaga kadar air tubuh. Minumlah cukup air dan hindari terlalu banyak kopi selama bekerja. Kafein menghasilkan ‘tense energy’ – kita merasa bertenaga namun juga secara tidak langsung merasa tegang. Produktivitas Anda dapat meningkat namun tanpa terasa ketegangan juga akan perlahan menggiring Anda pada stres. Terlebih jika dosis kopi Anda terus meningkat, hal ini akan membawa siklus yang kurang baik bagi tubuh Anda. Air putih sangat ampuh menjaga kadar cairan dalam tubuh. Saat cukup air dalam perut, tubuh secara tidak langsung Anda akan mengurangi konsumsi makanan yang kurang sehat disaat stres datang.

Dengarkan musik. Mendengar musik favorit jelas mampu melepaskan tekanan yang kita alami. Pilih lagu-lagu yang mampu mengangkat mood Anda melalui headphones atau earphones.

Tulis atau ketik uneg-uneg. Menulis atau mengetik kehawatiran atau hal-hal yang Anda rasakan menjadi masalah, dapat membuat masalah atau pikiran tersebut lebih mudah dilupakan. Setelah menulis atau mengungkapkan hal yang menjadi ‘stres’ Anda dalam sebuah ketikan dokumen kosong, hapus atau buang tulisan tersebut. Hal ini akan membantu Anda lebih cepat melupakan masalah atau stres yang sedang mendera. Jangan terlalu spesifik menulis masalah-masalah yang ada, serta pastikan Anda tidak mengirimkan tulisan tersebut kepada siapapun.

Mental vacation. Anda dapat merilekskan mental dan pikiran Anda saat bekerja. Terapi ini pun dapat Anda lakukan di kursi tanpa bepergian. Duduk dengan kedua kaki menapak ke tanah, pejamkan mata, bernapaslah dengan rileks, bayangkan tempat liburan atau tempat nyaman lain yang ingin Anda kunjungi.  Gunakan panca indera untuk membangun imajinasi tentang tempat tersebut, seperti apa aromanya dan bagaimana suara yang terdengar. Tanamkan pesan atau motifasi yang ingin Anda dengar, misalnya “Aku ingin lebih produktif”. Saat membuka mata, harapannya Anda akan merasa seperti baru saja pulang dari liburan dan mengisi ulang mood yang segar untuk bekerja.

Hindari gosip kantor.  Saat berkumpul dengan rekan kerja lain di ruang santai atau di pantry, hindari bergosip. Memberikan komen pada sebuah gosip akan menarik kita pada pusaran gosip. Terkadang bergosip soal kehidupan kantor akan membuat kita lebih diterima oleh rekan kerja. Padahal secara tidak langsung kita telah mengantri untuk menjadi korban gosip berikutnya. Pada saat itulah gosip akan mulai menjadi beban dan mengganggu pikiran untuk fokus pada pekerjaan.

Tonton video lucu. Saat mulai timbul bibit stres, ambil waktu sejenak untuk melihat video lucu favorit. Buka situs video streaming gratis dan pilihlah video yang mampu menggugah selera humor Anda. Tawa dan candaan kecil sekiranya mampu melepaskan ketegangan dalam pekerjaan.

Stretching. Lepaskan ketegangan dengan beberapa gerakan tubuh. Katherine Muller,Psy.D merekomendasikan teknik ‘robot/rag doll’ yang dapat dilakukan di kursi atau berdiri. Tegangkan  atau kencangkan otot-otot tubuh secara menyeluruh(dapat dengan berbagai gerakan), tahan selama 20 detik. Kemudian lepaskan ketegangan tersebut dengan melemaskan tubuh seperti boneka (rag doll), tahan selama 20 detik, ulang sebanyak lima kali. Jangan terlalu lama menahan napas untuk penderita tekanan darah tinggi dan gangguan cardiovascular, sebaiknya lakukan relaksasi otot prograsif.

Olah raga. Sisihkan waktu untuk berolahraga. Hal ini dapat dilakukan sepulang kantor atau di akhir pekan. Buat grup olah raga bersama rekan kantor, bisa berupa grup futsal, badminton atau bersepeda yang di laksanakan seminggu sekali. Dapat pula Anda melakukan fitness secara teratur. Kebanyakan orang merasa dirinya tidak punya waktu untuk berolah raga karena waktunya habis untuk pekerjaan dan istirahat. Padahal meluangkan sedikit waktu untuk berolahraga akan memberikan efek ‘isi ulang tenaga’ lebih cepat dan meningkatkan daya tahan tubuh kita menjadi lebih baik.

Diskusikan stres. Mendiskusikan stres pekerjaan dengan rekan sejawat sedikit banyak akan mampu menghilangkan stres serta menyelesaikan masalah yang timbul dalam pekrjaan bersama. Berbagi dengan rekan kerja soal masalah yang dihadapi, namun jangan mencampurkannya dengan gosip, karena gosip yang akan menimbulkan tekanan baru. Pilih orang-orang yang dapat Anda percayai juga dalam berbagi, serta berusaha pula untuk memahami masalah dan stres yang dihadapi rekan kerja lain.

Selamat bekerja dan Hindari StreS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar