Minggu, 23 Januari 2011

Tips Diet Saat Berhenti Merokok

Takut berat badan Anda naik jika berhenti merokok? Banyak orang menjadikan ketakutan ini sebagai salah satu alasan terbesar untuk tidak berhenti merokok.

Bagaimana Cara Berhenti Merokok Tanpa Diimbangi Dengan Naiknya Berat Badan
“Sebagian orang akan mengalami peningkatan berat badan saat berhenti merokok, dan sebagian lagi tidak,” jelas Scott McIntosh, PhD, Associate Professor University of Rochester di New York sekaligus Direktur dari Greater Rochester Area Tobacco Cessation Center.
McIntosh mengestimasikan naiknya berat badan pada sepertiga orang yang berhenti merokok. Rata-rata berat badan mereka naik sekitar 2 – 3.5 kg. “Namun justru itulah yang akan orang-orang lihat, bukan efek lainnya. Dengan berhenti merokok, Anda dapat memperpanjang waktu hidup dan akan jauh lebih sehat. Naiknya sedikit berat badan tidaklah berarti dibandingkan dengan kesehatan tubuh Anda. Berikut 7 cara untuk meminimalisir naiknya berat badan saat Anda ingin membuang kebiasaan buruk (merokok) tersebut.

1. Hindari Diet Berlebih
“Berhenti merokok sudah cukup berat tanpa harus ditambahkan dengan stress saat melakukan diet secara ekstrim,” jelas Steven Schroeder, MD, Director of the Smoking Cesation Leadership Center di University of California. Jangan merubah pola makan Anda secara radikal. Anda harus berlatih dan membuat sedikit pengaturan. Sebagian besar aturan yang direkomendasikan sudah dikenali oleh orang yang berusaha menghilangkan berat badan atau yang berusaha mempertahankannya. Berat orang akan bertambah jika mereka melahap lebih banyak kalori ketimbang yang dihabiskannya.

2. Sediakan kudapan rendah kalori
Salah satu hal yang membuat orang ketagihan merokok adalah kebiasaan menaruh sesuatu di mulut Anda. Anda bisa mengganti kebiasaan ini dengan menaruh sesuatu yang manis, kudapan ringan atau permen low-fat/low calorie di dalam mulut Anda. Dijamin secara perlahan Anda akan melupakan kebiasaan buruk menghisap rokok.

3.Banyak minum
Minum air sebelum atau setelah makan akan mencegah dehidrasi dan membuat Anda merasa bahwa perut Anda sudah penuh. Minum air juga akan memuaskan kebutuhan Anda saat ingin menaruh sesuatu di mulut. Studi terbaru menunjukkan bahwa minum sedikit air dingin lewat sedotan akan menstimulasi pelepasan dopamine alias hormon rasa lega di otak yang mungkin bisa melawan stress.

4. Pilih makanan tinggi serat
Banyak riset yang menunjukkan bahwa serat (fiber) akan membantu mengurangi selera makan dan membuat orang merasa kenyang lebih lama. Serat yang mudah larut lama kelamaan akan hancur saat masuk ke dalam usus besar, sehingga membantu untuk mencegah masuknya kolesterol tinggi. Contoh makanan berserat tinggi antara lain, kacang-kacangan dan sayuran.

5. Perhatikan asupan nutrisi Anda
Sangat penting bagi Anda untuk memastikan asupan nutrisi. Karena beberapa peneliti berpendapat bahwa kekurangan nutrisi akan menjadikan orang makan secara berlebihan. Saat Anda berhenti merokok, pilih makanan yang mengandung nutrisi seperti sayuran, kacang dan biji-bijian. Hindari makanan yang berkalori tinggi dan makanan yang mengandung gula.

6. Ganti ukuran piring dan gelas Anda
Semakin besar piring, kian besar pula keinginan kita untuk memenuhinya. Setidaknya beberapa riset telah membuktikan hal tersebut. Dan kita acap kali makan berlebihan tanpa memikirkan imbasnya. Riset menyarankan bahwa orang yang menggunakan piring dan gelas yang lebih kecil akan mengonsumsi lebih sedikit makanan dan kalori.

7. Olahraga, Olahraga, Olahraga
Aktivitas fisik selain akan membakar kalori juga akan mengeliminir hasrat untuk menghisap rokok atau makan. Menggerakkan badan dengan rutin juga mampu mengatasi stress berlebih saat Anda berhenti merokok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar