Minggu, 23 Januari 2011

SEHAT LEWAT MAKANAN TURKI

Saat modernisasi sudah mendominasi, tradisi biasanya akan mulai runtuh. Ironisnya, gerai-gerai cepat saji kini bermunculan dimana-mana sehingga mengubur pola makan tradisionil semakin dalam. Semua saat ini sudah dikonfirmasi lewat pengetahuan modern: diet yang berdasarkan biji-bijian, sayuran dan buah-buahan dengan daging dan produk berbasis telur dan susu sebagai penambah selera adalah sesuatu yang sehat. Namun, kombinasi dari semua makanan tersebut dianggap lebih baik.
Makanan Turki  contohnya. Banyak resep penganan asal negara yang berarti kuat atau hebat dalam bahasa Turki kuno tersebut yang mengandung protein, karbohidrat dan mineral. Bahkan, minuman asli dari negara ini diyakini banyak mengandung kalsium. Ya, yogurt diklaim sebagai sebuah kontribusi Turki terhadap dunia, dan berkembang menjadi makanan sehat yang populer. Bahan baku utama di Turkish diet telah lama diketahui memiliki kemampuan detoksifikasi. Sebuah kepercayaan yang kendati belum didukung oleh pengetahuan  modern, namun telah sering digunakan dan diadopsi dalam berbagai bentuk hidangan ringan. Contoh lainnya adalah bawang yang jika digunakan dalam jumlah tertentu pada makanan penutup mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh, bawang putih untuk mernurunkan tekanan darah tinggi dan olive oil untuk meredam beberapa jenis penyakit ringan.
Salah satu masalah utama dalam diet modern adalah kudapan alias snack, sebuah junk food yang didesain untuk membuat orang cepat kenyang. Dan sekali lagi, pengetahuan modern datang menyelamatkan Anda. Saat ini banyak ekspertis yang melakukan penelitian tentang kudapan yang sehat. Dan beberapa diantara penganan ini sudah dikenal oleh orang Turki sejak lama. Misalnya fruit roll-ups. Coba Anda masuk ke toko makanan kering yang menjual kacang dan buah di Turki, dan Anda akan melihat berbagai jenis makanan yang terbuat dari buah-buahan kering.
Contoh snack lainnya adalah trail mix alias kombinasi buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian dan kadang-kadang cokelat dan menjadi favorit saat hiking. Para ibu-ibu di Turki juga sudah sejak lama membekali anak-anaknya dengan kacang dan kismis yang ditaruh di saku seragam sekolah. Tradisi ini juga ada di dongeng tradisional Turki yang mengatakan bahwa para pahlawan dan kesatria membekali dirinya dengan kacang dan kismis sebelum mereka bertempur melawan raksasa dan naga. Sang pangeran juga kerap membawa empat puluh kantung kacang dan kismis untuk dirinya sekaligus pakan bagi burung berjuluk Zumrut Anka miliknya.
Apapun makanannya, kita harus tahu dan mampu menemukan makanan apa yang baik untuk tubuh kita. Jangan lupa untuk melengkapi pengetahuan baik dari konteks cultural maupun tradisi spiritual. Tantangan yang dihadapi oleh penggiat dan penikmat kuliner Turki adalah menyandingkan antara resep tradisional dengan makanan produksi masal berteknologi tinggi dan pengetahuan modern. Jadi, mana yang Anda pilih? Makanan tradisional, modern, atau perpaduan diantara keduanya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar